Toyota Hybrid Laris Manis di Eropa
Reporter: Antara
Editor: Wawan Priyanto
Senin, 18 Desember 2017 13:46 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Toyota Motor mengalami peningkatan penjualan yang signifikan untuk produk kendaraan hybrid dan listrik di Eropa, menyusul beralihnya minat konsumen dari kendaraan diesel ke mobil ramah lingkungan.

Pangsa pasar (market share) kendaraan hybrid Toyota pada Oktober lalu secara total mencapai 45 persen, atau naik dua kali lipat jika dibanding sebelum Volkswagen mengalami skandal mesin diesel.

Toyota C-HR berteknologi hybrid di showroom mewah Toyota Mega Web, Odaiba, Tokyo, Jepang, 28 November 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

Toyota, yang menargetkan penjualan lebih dari 1 juta mobil di Eropa, mengalami pertumbuhan 9 persen pada Oktober dibanding tahun sebelumnya. Angka itu lebih baik ketimbang target pertumbuhan global mereka, yang sebesar 5 persen.

Baca: Kapan Crossover C-HR Diboyong ke Indonesia, Ini Kata Bos Toyota

Total penjualan Toyota di Eropa selama 10 bulan pertama tahun ini mencapai 800 ribu unit dan diperkirakan akan mencapai target 1 juta kendaraan pada akhir tahun ini.

Interior Toyota C-HR yang dipamerkan di showroom mewah Toyota Mega Web di Odaiba, Tokyo, Jepang, 28 November 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

Bertumbuhnya penjualan pabrikan otomotif raksasa Jepang itu didorong model kendaraan hybrid yang melonjak 38 persen pada Oktober, yaitu Toyota C-HR dan RAV4.

Di sisi lain, VW dan pabrikan mobil Eropa lain memposisikan kendaraan diesel sebagai strategi yang lebih mudah sebagai bagian dari produk kendaraan ramah lingkungan.

Simak: Toyota C-HR Diproduksi di Thailand?

Namun skandal diesel Volkswagen beberapa waktu lalu membuat masyarakat berpikir ulang untuk membeli mobil diesel dan beralih ke hybrid atau listrik.

Toyota C-HR dipastikan akan segera diluncurkan di Indonesia. Mobil ini dipamerkan di GIIAS 2017, 10-20 Agustus 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

Menurut Asosiasi Produsen Mobil Eropa, kendaraan diesel menyumbang 46,3 persen dari total penjualan mobil di 15 negara Uni Eropa pada paruh pertama tahun ini. Angka itu turun 3,4 persen dari tahun sebelumnya.

Sebaliknya, penjualan hybrid tumbuh 61,1 persen pada April-Juni 2017, atau lebih besar daripada pertumbuhan 49,7 persen untuk penjualan kendaraan listrik pada periode tiga bulan yang sama tahun sebelumnya.

Seperti dilansir dari Nikkei, perubahan tren pasar itu membuat produsen mobil Eropa beralih ke mobil listrik kendati baru beberapa pabrikan yang terlihat serius memproduksi massal kendaraan bertenaga listrik tersebut.


BERITA TERKAIT