Suciono, Orang yang Mendesain Livery Helm Rio Haryanto
Reporter: Tempo.co
Editor: wawan priyanto
Sabtu, 11 Februari 2017 21:38 WIB
Suciono, pemilik workshop Artchie Design. Dok Pribadi
Iklan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Namanya Suciono. Biasa dipanggil Kang Uci. Dialah pemilik workshop Artchie Design. Di kalangan pembalap nasional dan regional, nama Kang Uci cukup populer. Tentu bukan sebagai pembalap, tapi orang yang jago mengecat (airbrush) helm balap. Salah satu karya spektakuler Kang Uci tentu saja livery helm yang digunakan pembalap F1 asal Indonesia, Rio Haryanto.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pembalap F1 yang juga menjadi langganan Kang Uci adalah Alex Yoong (Malaysia) yang bergabung dengan Tim Minardi pada 2001-2002 dan Narain Karthikeyan (India) yang pernah memperkuat tim Jordan (2005) dan HRT (2011-2012).

Baca:Desain Livery Helm Pembalap F1 ini Dibuat di BandungSuzuki Ignis Masuk Indonesia, Ini Jadwalnya

Menurut Kang Uci, Rio selalu mengecat helm di workshop sekaligus rumahnya di Jalan Mega Asri 2 No. C1, Bandung, sejak masih balapan gokart di kelas kadet. Awal tahun 2000an. "Bukan hanya Rio, tapi kakak-kakaknya," kata Kang Uci kepada Tempo, Sabtu, 11 Februari 2017.

Kakak Rio yang dimaksud Kang Uci adalah Roy Haryanto dan Rian Haryanto yang sama-sama menekuni balap nasional. Helm Rio Haryanto saat dikerjakan di workshop Artchie Design. Foto: Suciono untuk Tempo. 

Mendesain livery helm menjadi tantangan tersendiri bagi Kang Uci. Selain permukaan helm yang sempit, mengecat permukaan helm harus mengacu pada pola dengan presisi tinggi. Kesulitan inilah yang kemudian menjadikan Kang Uci begitu dekat dengan pembalap-pembalap top Indonesia, bahkan pembalap profesional luar negeri.

Dalam mendesain helm Rio, kata Kang Uci, seluruh konsep desain datang dari Rio. Angka '88' gambang burung garuda di bagian belakang Rio sendiri yang meminta. Menurut Kang Uci, Rio merupakan tipe pembalap yang cepat mengambil keputusan soal desain helm. "Saya terkesan dengan keramahannya. Tidak bertele-tele. Pokoknya cepat," katanya.

Simak:Pebalap Muda Ini Gunakan Nomor Start Rio Haryanto di F4Tampil Lagi di F1, Rio Haryanto: Insya Allah Masih Ada

Untuk mengerjakan helm khusus yang dipesan Rio, Kang Uci memerlukan waktu pengerjaan 1 minggu hingga 10 hari per helm. Tergantung kesulitan desain yang diinginkan pembalap.

Kang Uci mengakui ada permintaan khusus dari Rio saat mendesain helm. Yakni menggunakan cat yang ringan, tapi coating (pelapis) keras. Untuk bahan cat, Kang Uci mempercayakan pada merek Sikkens, Spies Hecker dan lainnya. Menurut Kang Uci, cat-cat itu memiliki keunggulan yakni daya tutupnya bagus. "Cat tipis saja sudah bisa rata warnanya," ujarnya. Narain Karthikeyan memacu mobil HRT F1 Team di GP Australia di Melbourne, 2011. 

Ketebalan cat pada permukaan helm ini rupanya cukup berpengaruh dalam dunia balap, khususnya ajang balap Formula 1. Usai seri GP Jerman 2016, Tempo sempat berbincang langsung Rio Haryanto soal helm ini di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Agustus 2016.

Menurut Rio, desain helm serta cat juga menjadi bagian dari aerodinamika sebuah mobil F1. "Beberapa ahli aerodinamika, ketebalan cat pada permukaan helm juga berpengaruh pada kecepatan mobil di lintasan balap," ujar Rio ketika itu.

Rio mengakui, helm yang digunakannya cukup bisa diandalkan. Coating keras pada permukaan helm yang ia gunakan cukup mumpuni. Livery helm tak mudah tergores oleh batu kerikil yang kerap beterbangan di lintasan balap.

Dalam mendesain livery helm, Kang Uci memanfaatkan ruangan 4x4 meter persegi. Ruangan itu merupakan bagian depan dari ruamhnya. Di ruangan itu, terdapat meja dan lemari kayu berwarna serupa, cokelat.

Di rak lemari, dimanfaatkan untuk meletakkan helm-helm balap yang sedang dikerjakannya. Untuk pengecatan, Kang Uci memilih ruangan 6x6 meter persegi yang terletak di bagian belakang rumah. "Orang tidak akan menyangka rumah ini ternyata tempat mengecat helm," ujarnya. Tangki Harley-Davidson dengan kreasi cat Kang Uci. Foto: Suciono untuk Tempo. 

Ia mengakui, menekuni airbrush sejak 1995. Awalnya hanya helm, tapi kini juga mengecat livery untuk sepeda, motor balap, hingga motor Harley-Davidson. "Saya senang, livery Artchie Design dipercaya banyak kalangan, termasuk pembalap profesional," tuturnya.

Menurut Kang Uci, Artchie Design memiliki arti yang sederhana. Art berarti seni, Chie diambil dari nama panggilannya, Uci. "Bisa juga diartikan sebagai angka 1 dalam bahasa Padang," katanya.

Di workshop Artchie Design, Kang Uci lebih banyak bekerja seorang diri. Ia hanya memiliki seorang pekerja. Untuk desain dan pengecatan, ia mengerjakan sendiri dengan alasan kualitas.

Dalam bekerja, ia lebih sering ditemani istri tercinta, Desmi SP dan dua orang anak laki-lakinya, Gilang W Pratama (24 tahun) dan dan Raihan Razadi (17 tathun). Gilang baru saja lulus kuliah S1 dan Raihan masih duduk di bangku kelas 3 SMA. Livery motor custom ini juga hasil karya Suciono. Foto: Suciono untuk Tempo. 

Sebulan, Kang Uci mengaku mengerjakan livery 3 hingga 4 helm dengan tarif Rp 4 juta hingga Rp 10 juta per helm. "Tergantung tingkat kesulitan ya, tapi untuk Rio, special price," ujarnya tanpa menyebut harga.

Ia mengakui, saat ini sedang mengerjakan beberpa proyek helm. Sebagian di antaranya adalah mengecat helm milik Zahir Ali, Calvin Wibowo, Aditya Wibowo, Vino, Deva dan beberapa pekerjaan lainnya.

Khusus untuk Rio, Kang Uci berharap pembalap kelahiran Surakarta, 24 tahun silam, itu dapat segera kembali ke lintasan balap F1. "Rio masih muda dan pembalap nomor satu saat ini. Semoga bisa kembali ke lintasan balap F1 sesegara mungkin," ujarnya.

WAWAN PRIYANTO

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi