1.000 Toyota Transmover Segera Jadi Angkutan Kota
Reporter: Tempo.co
Editor: Wawan Priyanto
Jumat, 22 Desember 2017 15:53 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Tahun depan, Organisasi Angkatan Darat (Organda) DKI Jakarta akan merevitalisasi angkutan kota (angkot), khususnya kendaraan minibus. Revitalisasi itu didasari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015, yang menyebut semua angkutan umum harus minimal pakai pendingin ruangan (AC). Rencananya, Permenhub ini efektif per Februari 2018.

Toyota Avanza dan Wuling disebut-sebut sebagai kandidat untuk mengisi angkot yang diklaim memberikan kenyamanan lebih kepada penumpang.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto mengatakan Toyota Transmover memang disiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen di sektor angkutan publik. “Transmover memang didesain untuk transportasi publik dan taksi,” kata Soerjo kepada Tempo, Jumat, 22 Desember 2017.

Baca: Ngebut Naik Toyota Avanza, Ethan Hawke Diberondong Peluru

Menurut Soerjo, saat ini sudah ada sekitar 1.000 unit Toyota Transmover yang dipesan untuk mengakomodasi kebutuhan di sektor transportasi publik. Maraknya taksi online juga dinilai mendorong entry level multi-level marketing (MPV) ini terus berkembang. “Terdapat penyesuaian di mana untuk taksi online kendaraan, yang dijadikan pilihan utama adalah kendaraan MPV,” ujarnya.

Toyota Transmover diluncurkan pada akhir 2016. Model ini merupakan varian Toyota Avanza tapi didesain untuk kebutuhan transportasi publik. Model ini bermesin 1.3 liter dan diklaim hemat bahan bakar.

Simak: 14 Tahun, Penjualan Toyota Avanza Tembus 1,6 Juta Unit

Sementara itu, Brand Manager Wuling Motors Indonesia Dian Asmahani mengaku hingga saat ini pihaknya masih melakukan studi terkait dengan rencana Wuling Confero dijadikan armada angkot. “Rencana itu memang sudah masuk, tapi hingga saat ini masih terus dipelajari,” tutur Dian saat dihubungi Tempo, Jumat.

Menurut Dian, Wuling Confero masuk ke perencanaan pengganti angkot karena dinilai memiliki durability dan dukungan spare part yang baik. “Yang pasti, salah satu perhitungannya adalah kompetitif dari sisi cost operational,” ucapnya.

Pada Juli lalu, Kementerian Perhubungan bersama dengan perusahaan transportasi online Go-Jek dan Uber memasangkan penyejuk ruangan gratis kepada 40 unit angkutan kota (angkot) di wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto mengatakan pemasangan AC ini dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek.

Dalam peraturan tersebut, kata Pudji, ditargetkan pada 2018 semua angkot di Indonesia sudah dilengkapi dengan sistem pendingin. Pudji mengatakan pemasangan AC ini bersumber dari dana sosial Go-Jek dan Uber.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sesuai dengan Permen 29 Tahun 2015, tahun depan angkot-angkot di Indonesia sudah menggunakan AC dengan temperatur 20-25 derajat Celsius. “Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi angkutan umum untuk segera melaksanakan arahan tersebut sehingga masyarakat semakin nyaman,” ujar Budi.

Budi mengatakan, dengan fasilitas pendingin ini, angkot akan kembali diminati masyarakat sebagai moda transportasi. “Mana mau orang Jakarta (naik angkot) kalau tidak ber-AC?” kata Budi. Level pelayanan angkutan umum pun akan meningkat.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi mensosialisasi pengoperasian angkot yang dilengkapi dengan penyejuk udara. Diharapkan pada 2018 semua angkot di Bekasi sudah menggunakan AC. "Ini bagian dari pelayanan kepada masyarakat," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana, Senin, 15 Mei 2017.

Penyejuk udara itu dipakai untuk membuat penumpang nyaman menggunakan angkutan umum dan meninggalkan kendaraan pribadi. Dengan begitu, ucap Yayan, kepadatan lalu lintas akibat penggunaan kendaraan pribadi dapat ditekan.


 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi