30 Tahun Berkarya, Federal Oil Kuasai 18 Persen Pelumas Motor
Reporter: Gooto.com
Editor: Wawan Priyanto
Kamis, 12 April 2018 17:03 WIB

GOOTO.COM, Jakarta - Produsen minyak pelumas Federal Oil dan Federal Mobil, MPM Lubricants, merayakan ualng tahun ke-30 hari ini, Kamis, 12 April 2018.

Presiden Direktur MPM Lubricants Patrick Adhiatmadja mengklaim bahwa Federal Oil saat ini menguasai 18-20 persen pangsa pasar pelumas sepeda motor di Indonesia. “Pasar pelumas sepeda motor terus berkembang. Kami berupaya untuk selalu menghadirkan produk yang sesuai dengan perkembangan teknologi sepeda motor terkini,” kata Patrick di sela-sela perayaan ulang tahun ke-30 MPM Lubricants di Jakarta, Kamis, 12 April 2018.

Baca: Federal Oil Berharap Jorge Navarro Finish Lima Besar di Moto2 2018

Untuk Federal Mobil, lanjut dia, diakuinya masih sangat kecil. Federal Mobil juga baru hadir di pasar pada 2015 silam. “Ya pasarnya masih kecil, karena kami juga menyasar segmen menengah atas,” ujarnya.

Menurut Patrick, MPM Lubricants saat ini fokus untuk memenuhi kebutuhan konsumen kendaraan roda dua dan roda empat. Untuk pelumas roda dua, lanjut Patrick, eksistensinya sudah mendunia melalui kiprahnya di balap motor Moto2 dan Moto3 World Championship 2018.

Simak: Pabrik Baru Federal Oil Mampu Produksi 100 Juta Liter per Tahun

Patrick menjelaskan bahwa MPM Lubricants telah memiliki pabrik baru di Cilegon yang memiliki kapasitas produksi mencapai 100 juta kiloliter per tahun. Angka ini dua kali lipat dari kapasitas produksi pabrik sebelumnya di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Patrick mengklaim pabrik ini didukung proses produksi terpadu, pengaplikasian teknologi mutakhir, dan kemampuan research & development (R&D).

Di pasar nasional, Federal Oil berhadapan dengan sejumlah kompetitor kakap. Mulai dari Pertamina hingga Shell. Lalu produk-produk pelumas populer dari manca negara seperti Castrol, Repsol, Motor1, dan sebagainya. Di tingkat nasional, MPM Lubricants mengklaim bahwa Federal Mobil menempati posisi 5 besar produk pelumas berdasarkan aktivitas penetrasi pasar yang dilakukan.


 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi