Panser Anoa Buatan Pindad Digunakan PBB, Ini Spesifikasinya
Reporter: Khairul Imam Ghozali
Editor: Wawan Priyanto
Selasa, 9 April 2019 16:57 WIB
Teknisi menguji panser Anoa 6x6 di lapangan uji PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/11). Panser tersebut akan melengkapi 165 unit panser yang telah dibeli oleh pemerintah dan negara lain. TEMPO/Prima Mulia
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - PT Pindad (persero) mengirim sebanyak 350 unit Panser Anoa tipe pengangkut personel lapis baja (Armoured personnel carrier atau APC) untuk Persarikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Untuk mengenalnya lebih dekat, Tempo akan menyaikan spesifikasi dari kendaraan militer lapis baja tersebut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pada bagian luar kendaraan yang namanya terinspirasi dari sebuah hewan dari Sulawesi ini dilapisi baja Monocoque Armoured Steel, Armoured Glass level tiga. Dengan dimensi panjang 6 m, tinggi 2.5 m, lebar 2.5 m Berat kotor sekitar 12.500 kg, dan berat tempur sekitar 14.500 kg. Pada bagian dalam, Panser Anoa 6x6 ini dapat ditumpangi maksimal 12 awak

Pada bagian jantung pacu Panser Anoa dibekali mesin Diesel Turbo Charger Inter Cooler, 6 silinder segaris, yang mampu menyemburkan tenaga hingga 320 daya kuda pada 2.300 rpm dengan kecepatan maksimum 90 km/jam, yang dikawinkan dengan transmisi Automatic ZF 6HP502S 6 maju, 1 mundur.

Baca: Racik Mobil Jokowi bersama Esemka, Pindad: Kami Punya Kompetensi

Mobil dapat menempuh jarak hingga 600 km dengan kapasitas tangki 200 liter. Sedangkan pada bagian kaki-kaki, Panser Anoa dilengkapi suspensi Independen, batang torsi, dengan ground clearance 40 cm.

Panser Anoa juga dilengkapi berbagai persenjataan seperti senapan mesin 12.7 mm, senapan mesin 7.62 mm, granat CIS 40 AGL, Smoke Grenade Dischargers: cal. 66 mm (3 kiri, 3 kanan). Turret Manual (dapat dioperasikan 360 derajat).

Jajaran panser Anoa 6x6 di bengkel perakitan PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/11). Panser tersebut akan melengkapi 165 unit panser yang telah dibeli oleh pemerintah dan negara lain. TEMPO/Prima Mulia

Angkut Personel Sedang-3 (APS-3) Panser Anoa ini pertama kali diproduksi pada 2008. Masuk 2014 mobil memasuki pengujian dinamis, lalu dipamerkan pada gelaran Indo Defence 2014, dan mulai dipasarkan oleh PT Pindad sejak 2015 untuk memenuhi permintaan TNI.

Dengan kemampuan teknis kendaraan ini, Pindad mengklaim memiliki kompetensi untuk mengembangkan kendaraan dinas untuk VVIP seperti presiden, misalnya. 

Sekretaris Perusahaan PT Pindad, Tuning Rudyati mengatakan, Pindad mengatakan sudah ada ajakan kerja sama dengan Mobil Esemka untuk mengembangkan mobil dinas Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Tuning mengatakan, pertemuan dengan Esemka terakhir hampir 9 bulan lewat. Saat itu Pindad sudah rampung memasang motor listrik buatan perusahaan alutsista itu di kendaraan SUV dan pick-up kecil. Saat ini kendaraan yang sudah dipasang motor listrik itu berada di tangan Esemka. “Sudah diambil pihak Esemka untuk sertifikasi dan kelayakan darat. kami belum dapat update perkembangannya,” kata dia kepada Tempo, Kamis 4 April 2019.

Baca: 11 Model Mobil Esemka Dinyatakan Lolos Uji Tipe

Menurut Tuning, saat itu pemasangan motor listrik buatan Pindad di kendaraan double cabinproduksi Esemka itu untuk menguji kelaikan motor penggerak listrik tersebut. “Kami sudah pasangkan itu. Sudah di coba. Sudah jalan. Tinggal menunggu tindak lanjut dari Esemka step apa lagi berikutnya,” kata dia.

Tuning mengatakan, Pindad membuka diri untuk terus mencari peluang bisnis baru. “Untuk mobil listrik ini, Pindad punya kompetensi di situ. Kita pikir itu akan menjadi peluang besar. Kompetensi Pindad ada pada electric power plan, di motornya, motor listrik yang menggerakkan kendaraan,” kata dia.

Tuning mengatakan, mekanis dan mesin diklaimnya juga menjadi kompetensi Pindad. Tak hanya itu, Pindad juga punya pengalaman membangun kendaraan tempur. Kendati, diakuinya, masih butuh pengembangan lagi untuk masuk ke lini kendaraan komersial.

AHMAD FIKRI (BANDUNG)

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi