Romain Grosjean Lolos dari Kecelakaan Maut di F1 GP Bahrain
Reporter: Antara
Editor: Wawan Priyanto
Senin, 30 November 2020 07:03 WIB
Pembalap Haas, Romain Grosjean melompati pagar pembatas setelah mengalami kecelakaan pada lap pembuka Formula satu (F1) GP Bahrain, Ahad, 29 November 2020. Mobil Romain tergelincir dan menabrak pagar dengan kecepatan tinggi hingga dilalap api. Twitter/F1

GOOTO.COM, JakartaPembalap asal Prancis, Romain Grosjean, secara dramatis mampu meloloskan diri dari mobil Haas-nya yang terbelah dua dan diselimuti api ketika insiden kecelakaan di lap pertama Grand Prix Bahrain, Minggu, 29 November 2020.Mobil Haas Romain terlibat duel ketat selepas start. Dalam rekaman, ia menyenggol pembalap Alpha Tauri, Daniil Kvyat sebelum menabrak dinding baja. Kecelakaan ini membuat mobilnya terbelah menjadi dua. Dengan kondisi bahan masih penuh, mobil dengan mudah terbakar hebat. 

Pembalap berusia 34 tahun itu mampu membebaskan diri dari puing-puing mobilnya dan menghindari api setelah mobilnya menabrak pagar pembatas dan kini dirinya mendapat penanganan medis di rumah sakit militer terdekat.

Kabar baiknya, Romain terlihat baik-baik saja. Dalam video yang diunggah di akun instagram pribadinya, tampak kedua tangan Romain diperban dan hanya mengalami luka bakar ringan. 

"Suatu keajaiban dia selamat," kata juara dunia 1996 asal Inggris Damon Hill kepada Sky TV.Delegasi medis FIA Ian Roberts langsung berlari dan membantu Grosjean ketika para marshal berupaya memadamkan api yang melahap mobil di pinggir trek. Benturan itu diketahui memiliki gaya gravitasi lebih dari 50G, demikian juru bicara FIA seperti dikutip Reuters.

"Kami belum pernah melihat hal seperti itu sejak kecelakaan Gerhard di Imola beberapa tahun silam," kata Hill, mengacu ke kecelakaan yang menusuk tangki bahan bakar mobil Ferrari Gerhard Berger pada 1989.

Juru bicara tim Haas mengatakan Grosjean mengalami luka bakar ringan di tangan dan pergelangan kakinya serta kemungkinan patah tulang rusuk.

Rekaman ulang menunjukkan Grosjean, yang bakal berpisah dengan timnya akhir tahun ini, berjalan dengan terpincang-pincang.

Balapan Formula 1 seri ke-15 musim 2020 itu tertunda selama satu jam 20 menit karena para pekerja harus membersihkan puing-puing dari trek dan membenahi pagar pembatas.

Lewis Hamilton, yang telah mengunci gelar juara dunia ketujuhnya, terkejut melihat rekaman ulang kecelakaan itu.

"Saya sangat bersyukur Romain selamat. Wow... resiko yang kami ambil ini bukan lelucon, bagi mereka yang di luar sana yang lupa bahwa kami menempatkan nyawa kami sebagai taruhan untuk olahraga ini dan untuk apa yang kami cinta lakukan," kata Hamilton di Twitter.

"Terima kasih kepada FIA atas langkah besar yang telah kita lakukan agar Romain terhidar dari hal itu dengan selamat."

Peran haloKematian pembalap Formula 2 Anthoine Hubert di Grand Prix Belgia tahun lalu menjadi insiden fatal pertama di balapan F1 sejak meninggalnya pembalap Brazil Ayrton Senna dan pembalap Austria Roland Ratzenberger di Grand Prix San Marino 1994.

Jules Bianchi mengalami cedera serius di kepalanya menyusul kecelakaan di Grand Prix Jepang pada Oktober 2014. Sang pembalap Prancis akhirnya meninggal dunia pada Juli di tahun berikutnya.

Hill mengatakan halo, perangkat pelindung kepala yang terpasang di mobil F1 sejak 2018, sepertinya memiliki peran penting menyelamatkan Grosjean dari cedera serius dan kepala tim Haas Guenther Steiner sependapat dengan itu.

"Apa yang kalian lihat terjadi di luar sana, jika kalian melihat pembatasnya robek, itu luar biasa," kata Steiner.

"Saya rasa kami beruntung dengan menjadi tidak beruntung... kami lolos dari itu, saya rasa," kata Steiner yang juga berterima kasih atas kesigapan para marshal dan petugas keselamatan.

#Romain Grosjean
#Formula 1
#F1
#Haas
#Lewis Hamilton

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi