Mitsubishi Motors Naikkan Proyeksi Laba
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 22 Oktober 2008 14:09 WIB

TEMPO Interaktif, Tokyo: Perusahaan Jepang Mitsubishi Motors Corp. hari Rabu menaikkan proyeksi keuntungan semester pertama. Mitsubishi mengatakan, meski penjualan menurun, nilai yen tidak sekuat yang dikhawatirkan.

Revisi itu merupakan berita baik di tengah gejolak pasar keuangan, di mana kekhawatiran berkembang bahwa pendapatan perusahaan unggulan Jepang akan menurun.

Mitsubishi - selama bertahun-tahun tidak meraih laba, mengatakan pihaknya mengharapkan laba bersih 12,5 miliar yen (US$ 125 juta dolar) dalam enam bulan yang berakhir September.

Pembuat mobil terbesar keempat di Jepang itu awalnya memperkirakan hanya mencapai titik impas di semester pertama. Perusahaan itu akan merilis pendapatannya pada 30 Oktober.

"Keuntungan diharapkan melebihi ramalan awal karena faktor seperti nilai tukar asing yang menarik, khususnya yen yang lebih lemah dibandingkan perkiraan selama periode itu," ujarnya.

Yen yang melemah membantu eksportir Jepang membuat barang-barang mereka lebih kompetitif di pasar luar negeri dan mendorong pendapatan yang masuk.

Meski demikian, yen meningkat tajam pada hari Rabu karena keprihatinan tentang ekonomi global yang memburuk, berada di bawah 100 terhadap dolar.

Mitsubishi Motors juga menaikkan proyeksi laba operasional dari 15 miliar menjadi 25 miliar yen. Namun ia merevisi pendapatan dari 1,25 triliun yen menjadi 1,214 triliun yen, dengan menyalahkan penjualan yang lebih rendah dari perkiraan.

Revisi itu muncul di tengah laporan bahwa Toyota Motor Corp, produsen mobil Jepang terbesar, akan mencatat penurunan pertama penjualan tahunan dalam satu dekade karena perlambatan global.

Toyota dan produsen mobil Jepang lainnya mendapatkan keuntungan dari permintaan mobil ramah lingkungan, khususnya di Amerika Serikat.

Namun, Mitsubishi Motors mengalami empat kali kerugian bersih tahunan sebelum kembali positif di tahun fiskal yang berakhir Maret 2007. Reputasinya rusak oleh skandal menutupi cacat di masa lalu.

AFP/Erwin

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi