Pabrik Otomotif Pangkas Produksi
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 24 November 2008 23:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pabrik kendaraan roda dua sudah mulai mengurangi produksinya untuk mengantisipasi lesunya penjualan akibat krisis finansial global. Namun roda empat masih bertahan sampai akhir tahun.

"Bulan ini kami sudah mulai mengurangi produksi sepeda motor 20 persen," ujar Manajer Pemasaran Roda Dua PT Indomobil Niaga International Edi Tjahyono Darmawan kepada Tempo, Senin (24/11) malam. Oktober lalu perusahaan pemegang merek Suzuki itu masih memproduksi 75 ribu unit sepeda motor, yang dipangkas menjadi 60 ribu unit bulan ini.

Demikian pula halnya pabrikan sepeda motor merek Honda. "Kami terpaksa menurunkan produksi sekitar 10-15 persen bulan ini," kata Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor Johannes Loman. Bulan lalu, Honda masih membuat sekitar 200 ribu unit. Edi dan Johannes mengaku masih belum memutuskan berapa banyak sepeda motor yang akan diproduksi tahun depan. Edi mengemukakan, "Kami masih harus melihat bagaimana perkembangan penjualan dua bulan ini."

Sementara itu, pemangkasan produksi belum terjadi di pabrik mobil. "Bulan ini belum sempat, jadi masih di kisaran 5 ribu unit," tutur Brand Manager Pemasaran Roda Empat PT Indomobil Niaga International Bebin Djuanda. Pasalnya, target produksi November ini dibuat bulan lalu dan tak bisa diubah tiba-tiba. Untuk mencegah penumpukan stok, bulan depan Indomobil akan mengurangi drastis produksi mobilnya. "Mungkin sekitar 2 ribu unit saja, tapi di bulan Januari akan sedikit dinaikkan lagi," ucapnya.

Sedangkan produsen mobil merek Honda baru akan menurunkan produksinya tahun depan. "Tahun ini masih sesuai rencana, sedangkan tahun depan koreksinya sekitar 30 persen," ujar General Manager Divisi Pemasaran PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandi.

Pelaku industri otomotif meramalkan, setelah laris manis tahun ini, penjualan tahun depan akan anjlok setidaknya 30 persen sebagai imbas krisis global. Padahal di saat yang sama produsen otomotif terpaksa harus menaikkan harga sekitar 30 persen tahun mendatang. "Orang akan berpikir berkali-kali sebelum membeli mobil, sehingga tingkat penjualan akan makin sulit digenjot," keluh Bebin.

Untuk mencegah penjualan makin anjlok dan pemecatan karyawan besar-besaran terjadi, pengusaha meminta pemerintah menunda kenaikan pajak kendaraan bermotor yang direncanakan diterapkan tahun depan.

Selain pemangkasan produksi, pengusaha melakukan efisiensi dengan mengurangi biaya iklan dan promosi. "Tahun depan tidak bisa jor-joran promosi," ucap Edi. Untuk mempertahankan pasar, produsen otomotif akan memfokuskan diri pada kepuasan pelanggan.

Bunga Manggiasih

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi