Masalah Oli Mesin yang Bisa Terjadi di Situasi Pandemi dan PPKM
Reporter: Non Koresponden
Editor: Rafif Rahedian
Minggu, 5 September 2021 10:35 WIB
Layanan Astra Daihatsu Mobile Service adalah layanan diberikan untuk customer yang tidak sempat datang ke bengkel resmi Astra Daihatsu. Dok ADM
Iklan
Iklan

TEMPO.CO, JAKARTA — Situasi pandemi Covid-19 memberi dampak negatif, salah satunya bagi pemilik mobil. Aturan PPKM yang membatasi aktivitas masyarakat turut membuat kendaraan menjadi jarang digunakan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Terutama pada penggunaan oli mesin yang menjadi peran penting dalam kendaraan. Oli sendiri berguna sebagai pelumas antar komponen mesin yang saling bergesekan.

Fungsinya adalah mengurangi risiko aus sehingga dapat bergerak secara optimal sepanjang waktu. Selain itu, pelumas ini juga dapat membantu mendinginkan mesin yang panas akibat gesekan antar komponen.

“Mobil yang jarang dipakai untuk beraktivitas saat pelaksanaan aturan PPKM beberapa bulan ini. Meski begitu, bukan berarti perawatan kendaraan, terutama mengganti oli mesin bisa diabaikan. Mengingat fungsi dari pelumas yang sangat vital dan risiko masalah kalau sampai alpa menggantinya sesuai aturan.” ujar Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000.

Jika hal tersebut dibiarkan, kotoran akan menghambat kinerja mesin. Selain itu, juga dapat membuat komponen di dalamnya rusak, lantaran fungsi utama oli mesin sudah berkurang. 

Residu berlebihan juga dapat mempengaruhi kinerja pompa dan filter oli mesin. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan jika kondisi keduanya mampat. Kondisi ini juga akan mengurangi kinerja mesin dalam melepaskan panas dan membuat kerja radiator semakin berat. 

Baca: Motor Jarang Digunakan Selama PPKM Darurat, Begini Cara Merawatnya

HEDWIGE | AUTO2000

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi