Mengapa Tidak Pilih AntiKarat Ramah Lingkungan?  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Selasa, 6 Januari 2009 10:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta : Begini ceritanya: Anda ingin memberi pertahanan antikarat untuk mobil sebelum air hujan menggerogotinya. Tapi Anda juga tidak ingin menyumbang banyak kerusakan lingkungan.

Mengapa tidak memilih antikarat yang ramah lingkungan? Ternyata antikarat yang ramah lingkungan juga ada, dengan menggunakan air sebagai pelarut. Bukan dengan pelarut minyak dan berbahan dasar wax, resin, parafin, aspal, atau PVC.

Apalagi ternyata harga antikarat ramah lingkungan sedikit lebih miring. Sedan kecil bisa diantikarat dengan Rp 1,4 juta, bandingkan dengan bahan konvensional yang setidaknya Rp 1,6 juta.

Meski begitu, ternyata belum banyak pelanggan yang memilih antikarat ramah lingkungan. Albert Lukman, manajer umum bengkel-bengkel antikarat Ultraguard, mengatakan “(Pencegah karat berpelarut minyak) masih laku karena pemerintah belum ketat.”

Di Indonesia, kata Albert, belum banyak bengkel yang menyediakan pencegah karat yang menggunakan pelarut dari air karena belum cukup populer.

Antikarat konvensional, kata Albert, memiliki kandungan bahan kimia yang membutuhkan lebih banyak oksigen untuk mengurai limbahnya. Padahal bengkel pasti menghasilkan limbah kimia.

Dari sisi kesehatan, formula karat yang dilarutkan air relatif lebih rendah mengancam kesehatan manusia dibanding yang dilarutkan minyak.

RONALD

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi