Tinggikan Knalpot Sebelum Banjir
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 16 Januari 2009 19:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta : Setiap Jakarta banjir pemandangan ini pasti sesekali ditemui di jalan raya, mobil atau motor berhenti bila genangan air terlalu tinggi, sementara mobil bermesin diesel jalan terus bahkan walaupun air sudah merendam knalpot atau bahkan sebagian mesin.

Kendaraan bermesin bensin tidak bisa semudah itu melalui genangan air karena tidak semua kendaraan bermesin bensin memiliki wadah kedap udara seperti kendaraan bermesin diesel karena pengapian mesin bensin terlalu panas.

Nah di musim hujan awal tahun ini banjir sudah mulai terjadi di beberapa tempat. Mobil bermesin bensin mungkin bisa dibuat lebih "tahan banjir" dengan sedikit menambah ketinggian corong knalpot.

Memang knalpot tidak menjawab permasalahan mesin bensin dalam menghadapi genangan air seperti halnya mesin diesel, namun minimal toleransi ketinggian air yang bisa "dilalui" kendaraan bermesin bensin bisa bertambah.

Pekan ini saat banjir baru mulai mengancam Jakarta agak sulit menemukan bengkel yang menjual tambahan corong knalpot jadi seperti yang banyak terlihat saat banjir 2002 lalu, lagipula corong knalpot jadi biasanya tidak cukup panjang.

Namun minimal bengkel-bengkel knalpot siap membuat corong tambahan itu bagi mobil anda yang bermesin diesel. Harga cukup bervariasi antara Rp 85.000 hingga Rp 300.000, dan anda bisa menambah tinggi knalpot antara 50-80 cm dari ketinggian asli atau hingga setinggi kaca belakang mobil.

"Tergantung jenis pipa dan ukurannya," kata Manto, seorang montir di bengkel las Bali Motor di kawasan Mampang. Di bengkelnya harga tertinggi hanya mencapai Rp 175.000. Bandingkan dengan bengkel las di Fatmawati atau di bursa mobil Kemayoran yang membuka harga dari Rp 200.000 untuk mobil kelas Toyota Avanza misalnya.

Teknik penyambungan pun beragam, bisa permanen, bisa sementara sehingga bisa dilepas saat "musim" banjir usai. "Kalau sementara pake klep aja atau sealer, ngga ngelas knalpot" kata Bowo, seorang montir knalpot di bursa mobil kemayoran. Dan untuk memperkokoh knalpot itu las mau tidak mau dilibatkan, tambahan pengait biasanya dilas di bagian bawah mobil jadi tidak merusak badan mobil. Cara pemasangan relatif tidak banyak mempengaruhi harga.

Namun kondisi itu hanya berlaku bagi knalpot-knalpot standar keluaran pabrik. Bila knalpot mobil sudah dimodifikasi "Lain lagi ceritanya" ujar Bowo, "Harga baru ketahuan kalo barangnya ada" tuturnya lagi.

RONALD

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi