Toyota Indonesia akan Pangkas Jam Lembur
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 21 Januari 2009 18:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta!-- Resesi ekonomi global mempengaruhi semua industri termasuk otomotif. Toyota mengatakan hal itu tidak dapat dipungkiri di lingkungan pabrikan asal Jepang itu dan kemungkinan dampaknya akan lebih terasa bulan Februari mendatang. Oleh karena itu target penjualan pun diturunkan.

Johnny Darmawan Presiden Direktur Toyota Astra-Motor mengatakan “semua terpengaruh lah kita tidak mungkin bilang tidak,” tapi Johnny mengatakan pengurangan tenaga kerja adalah pilihan ke sekian dari beberapa langkah efisiensi yang sudah direncanakan Toyota.

“Kita kurangi jam lembur, rapat-rapat disederhanakan, baru terakhir PHK” kata Johnny.

Lalu mengapa Toyota tetap meluncurkan produk baru dalam kondisi seperti ini?

Upaya menambah penerimaan menurut Johnny saat ini sulit, “Karena pasar tidak bisa kita paksa ke atas lagi, ”Itu sebabnya kita tetap introduce model-mode baru di mana kita bisa ambil share (pangsa pasar).”

Target ke Depan

Toyota menurunkan target penjaualan tahun 2009. Bila tahun lalu Toyota mampu meraup 34,9 persen dari total pangsa pasar otomotif nasional atau 212.150 unit, maka tahun ini menurut Johnny sekitar “33,5 atau 33,7 persen, tidak lebih dari 34 persen.” Toyota juga memproyeksikan bahwa pasar otomotif nasional akan didominasi oleh kendaraan kendaraan golongan hemat energi, mengingat kondisi ekonomi global dan harga energi yang tidak stabil.

Penjualan Toyota secara global tahun lalu adalah 8,9 juta unit, turun 4 persen dibanding penjualan 2007.

RONALD | DETROIT FREE PRESS

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi