Promosi Motor Listrik Belum Gencar
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 26 Januari 2009 20:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta : Trend penggunaan sumber energi alternatif pada kendaraan bermotor kembali mendapat sorotan tahun lalu setelah harga minyak mentah dunia melambung lebih dari dua kali lipat. Salah satu yang diusulkan adalah bahan bakar nabati, namun hal itu membuat harga pangan melambung, komoditas pangan untuk konsumsi manusia langka, dan Uni Eropa memperingatkan bahaya bahan bakar seperti terhadap kemanusiaan.

Hal itu membuat kendaraan berenergi listrik kembali diperhatikan, seperti rencana General Motors atau Ford di Amerika untuk melanjutkan kembali proyek mobil bertenaga listrik mereka yang kurang dijalankan dengan serius karena alasan biaya riset yang mahal. Sedangkan di Indonesia produsen motor bertenaga listrik yang mulai memasarkan produk mereka sejak 2005 atau 2006 seperti kembali menemukan momentum yang tepat untuk memasarkan produk mereka

Emoto hanya salah satu dari beberapa merek motor bertenaga listrik yang dipasarkan sejak bebrapa tahun lalu. Bersama merek lainnya seperti Trekko atau Betrix produsen motor listrik mulai memamsarkan produk mereka pada Pekan Raya Jakarta 2007. itu di dalam negeri di luar produsen peralatan rumah tangga seperti Hitachi sudah memasarkan produk semacam itu.

Koordinator ruang pamer Emoto di Fuji Image Plaza Matraman, Jakarta Timur, Firman Hidayat, pemasaran Emoto lewat Fuji Image Plaza sudah dilakukan sejak 2005, namun sempat terhenti sebelum dimulai kembali bulan Oktober lalu.

Firman mengatakan PT Honoris Industry produsen Emoto yang memiliki bisnis inti produksi kamera itu belum mempromosikan Emoto secara intensif lewat media massa, “Sementara ini masih lewat pameran-pameran dan sales yang menawarkan langsung ke kantor-kantor.”

Firman tidak dapat menyebutkan bagaimana penjualan motor listrik produksi Honoris namun yang jelas penjualan di daerah lebih tinggi dibanding di Jakarta, “seingat saya yang tinggi itu di Surabaya, rata-rata satu bulan bisa 15 unit, Solo sembilan, dan Denpasar delapan.” Menurut Firman andalan sistem pemasaran masih lewat pameran. “Di PRJ (Pekan Raya Jakarta) tahun lalu bisa laku 200,” katanya sedangkan dalam satu tahun penjualan Emoto mencapai 500 unit. Dengan tingkat penjualan seperti itu promosi lewat media massa akan terasa berat, namun jenis media yang dipilih bisa menekan biaya itu.

RONALD

#Info Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi