Penurunan Suku Bunga Lebih Cepat Dari Perkiraan Industri Otomotif
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 4 Februari 2009 20:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta : Industri otomotif di Indonesia menanggapi penurunan suku bunga acuan bank Indonesia sebesar 50 persen sebagai indikator positif, yang diambil lebih awal dari perkiraan industri otomotif. Asosiasi Industri mobil mengatakan langkah itu adalah trend yang baik sedangkan asosiasi industri sepeda motor mengatakan langkah itu akan berguna bila aliran kredit kepada industri lancar.

Bambang Trisulo, Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengatakan, “Perkiraan kami awalnya penurunan ke tingkat ini akan terjadi pada kwartal kedua, ini adalah trend yang bagus, bila digabungkan atau diikuti dengan penurunan bunga kredit dan deposito."

Kebijakan itu menurut asosiasi industri mobil adalah indikasi kontrol pemerintah terhadap situasi ekonomi cukup baik seperti pada pasar modal dan nilai tukar rupiah.

Sedangkan Gunadi Sindhuwinata dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengatakan yang penting bukan seberapa cepat pemerintah menurunkan suku bunga acuan, tetapi seberapa besar langkah itu memperbesar likuiditas (jumlah uang yang beredar dalam perekonomian). ”Likuiditas harus dilonggarkan. Secara matematis penurunan itu memang akan meringankan bunga kredit namun langkah itu harus cepat diikuti oleh perbankan,” kata Gunadi.

Asosiasi industri mobil mengatakan respon perbankan atas perubahan suku bunga semacam itu biasanya baru terlihat satu bulan setelah pengumuman.

Sehari sebelum penurunan itu diumumkan, Direktur Pemasaran dan Penjualan Mazda Motor Indonesia, Yoshiya Horigome mengatakan perbaikan industri finansial dan peningkatan likuiditas pasar adalah dua faktor terpenting yang bisa mendorong penjualan kendaraan. kedua hal itu menurut Mazda Indonesia adalah hal yang diharapkan dapat dikelola pemerintah dengan baik.

Sedangkan Indomobil Niaga International, produsen Suzuki di Indonesia mengatakan pekan lalu, bunga kredit adalah kunci dari industri sepeda motor, karena 80 persen konsumen sepeda motor membeli dengan kredit.

Baik Gaikindo maupun AISI mengatakan sulit untuk menghitung berapa besar dampak penurunan itu terhadap penjualan produk otomotif. Menurut Gunadi Sindhuwinata dari AISI, pengaruh langsung penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia terhadap penjualan tidak bisa dihitung secara sederhana karena banyak faktor-faktor ekonomi yang terpengaruh akibat penurunan itu dan otomotif hanya satu elemen di dalamnya.

RONALD

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi