Honda Memperkirakan Tak Ada Pemulihan Hingga Yen Melemah
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Selasa, 17 Februari 2009 08:53 WIB

TEMPO Interaktif, Tokyo: Honda Motor Co, produsen mobil terbesar kedua di Jepang, memperkirakan tidak ada pemulihan dari keterpurukan perekonomian domestik terburuk dalam 35 tahun ini hingga mata uang yen melemah.

"Perekonomian Jepang tidak dapat bangkit tanpa industri ekspornya," kata Presiden Takeo Fukui dalam sebuah wawancara di Tokyo kemarin. "Jika yen tetap menguat seperti saat ini, kemungkinan resesi ekonomi akan berlanjut."

Mata uang yen menguat 23 persen terhadap dolar tahun lalu, yang melumpuhkan ekspor dari Pioneer Corp, Toyota Motor Corp, dan Sony Corp, yang mengakibatkan perusahan-perusahaan itu harus melakukan pengurangan pekerjaan. Produk domestik bruto Jepang menyusut di level tahunan 12,7 persen, dua kali lebih buruk dari kondisi di Eropa atau Amerika Serikat.

Honda pada 30 Januari telah memotong prediksi keuntungan setahun penuh sebesar 57 persen, karena memperkirakan penguatan mata uang yen akan mengurangi keuntungan operasi hingga 282 miliar yen (US$ 3,1 miliar). Setiap kenaikan satu yen terhadap dolar memotong laba operasi Honda sekitar 18 miliar yen, menurut perusahaan.

Honda biasanya memperoleh sekitar 70 persen dari laba operasinya di Amerika Utara, menurut para analis. Keuntungan perusahaan bergantung pada tingkat kurs 100 yen setiap dolar, kata Fukui.

Produsen mobil itu memperkirakan kerugian 243 miliar yen dalam kuartal saat ini, dengan asumsi kurs 85 yen per satu dolar. Yen saat ini diperdagangkan pada posisi 91,71 yen terhadap dolar dan 117,39 yen terhadap euro pada pukul 8:56 am di Tokyo.

BLOOMBERG | ERWIN Z

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi