B 250 yang Ramah Lingkungan  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 25 Maret 2009 20:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bridgestone Indonesia hari ini memperkenalkan produk barunya B 250 yang diproduksi dengan teknologi dan desain ramah lingkungan pertama dari pabrikan Jepang itu. Seperti apa ban ramah lingkungan yang dibuat secara lokal di Indonesia itu?

Ban ramah lingkungan buatan Bridgestone seri Ecopia, sebenarnya sudah beredar di Indonesia melalui jalur impor. Jenis itu pertama kali diproduksi di Jepang tahun 2006, kemudian untuk pasar Amerika diluncurkan bulan lalu, sedangkan pasar Eropa mulai dipasarkan bulan depan.

Bridgestone Indonesia membanggakan B 250 sebagai ban yang proses produksi serta penggunaannya berkontribusi mengurangi pencemaran dan perusakan lingkungan. Dari proses pembuatan, Direktur Pemasaran Bridgestone Indonesia Shinya Hisada mengatakan mereka berusaha menggunakan bahan baku seefisien mungkin sehingga mengurangi tingkat pemborosan sumber daya alam.

Selain itu, proses produksi dengan penggunaan bahan bakar, serta daya listrik yang lebih hemat, teknologi yang terus diperbarui sehingga menciptakan rancangan yang hemat bahan bakar, serta ramuan bahan baku yang membuat ban lebih awet (mulai dari karbon rantai panjang, campuran senyawa minyak, belerang, zinc oksida, dan bahan kimia lainnya) sehingga mengurangi biaya akibat keausan dan kerusakan ban.

Klaim soal konsumsi bahan bakar juga dibuktikan Bridgestone dengan uji kendali ban di jalur basah. Hasilnya, B 250 mampu mengirit konsumsi bahan bakar sampai 19 persen dibanding merek pesaing. Uji coba dilakukan dengan satu mobil Toyota Innova di mana saat menggunakan B 250 mobil uji itu mampu menempu 11,5 kilometer atau lima putaran lebih sirkuit uji coba Bridgestone, sedangkan saat dipasang ban pesaing mobil itu menempuh 9,6 kilometer atau empat putaran lebih pada sirkuit yang sama.

Di pasar Amerika dan Eropa klaim hemat bahan bakar adalah salah satu senjata promosi Bridgestone untuk memasarkan seri Ecopia.

Untuk B 250, Bridgstone Indonesia bahkan mengklaim memasukkan elemen daur ulang dalam proses produksinya, namun Bridgestone tidak menjelaskan elemen apa dalam ban itu yang menggunakan materi daur ulang.

Direktur Pemasaran Bridgestone Indonesia Shinya Hisada menegaskan tidak ada unsur bahan baku dalam B 250 yang menggunakan materi daur ulang karena, menurutnya, produksi ban baru tidak bisa menggunakan bahan baku daur ulang.

Duar ulang yang dimaksud dalam pembuatan B 250, menurut Bridgestone, harus diartikan secara luas, yaitu penggunaan energi yang efisien dan hemat.

Bridgeston menepis asumsi bahwa strategi pemasaran menggunakan jargon ramah lingkungan muncul dari pengaruh eksternal, seperti standar produk yang ditetapkan oleh pasar Eropa dan Amerika Serikat.

Bridgestone mengatakan produk ramah lingkungan itu mereka kembangkan sebagai kesadaran yang muncul dari internal perusahaan bahwa pengaruh isu lingkungan internasional semakin kuat pada dunia industri.

RONALD

#Info Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi