Suzuki Targetkan Kuasai 15 Persen Pangsa Pasar 2009
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 25 Juni 2009 17:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } -->: PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menargetkan penjualan mencapai 15 persen dari pangsa pasar sepeda motor nasional atau 700 - 800 ribu unit. Salah satu varian yang kini diandalkan untuk menggenjot penjualan itu adalah Suzuki Skydrive 125 cc selain akan memoles tampilan varian underbone untuk segmen low end atau bebek.

"Skutik merupakan future market. Ke depannya, seiiring kemajuan teknologi pengguna motor bebek mungkin akan beralih pada skutik karena kepraktisannya. Disinilah Suzuki menawarkan skutik berteknologi tinggi, dinamis, modern, funky, dan irit bahan bakar,” ujar Edi Darmawan Section Head (Manager) 2W Marketing – Promotion & Dealer Division PT SIS kepada Tempo di Jakarta, Kamis (25/06).

Edi menyebut, jika saat awal peluncuran pada 2005, penjualan varian skuter matik masih mencapai 6 persen. Namun pada 2008, angka pertumbuhan mencapai 24 persen. Bahkan selama triwulan pertama 2009 ini, pertumbuhan penjualan skuter matic di tanah air mencapai 22 persen. “Jadi prospek pasar matic ini sangat bagus. Penjualan skydrive cukup bagus ” tandasnya tanpa memerinci angkanya.

Kini, kata Edi, SIS akan menggenjot penjualan Skydrive 125 cc tersebut. Salah satu caranya adalah, dengan terus melakukan promosi melalui ajang pameran. “Termasuk Indonesia International Motor Show 2009, meskipun saat ini kami belum melakukan konfirmasi. Yang terang, terus mengkomunikasikan merek kami, akan terus kami lakukan,” papar Edi.

Data yang dilansir Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Mei lalu menyebut, kendati masuk tiga besar dalam penjualan sepanjang Januari – Maret 2009, total penjualan Suzuki hanya memperoleh 82.717 unit atau 6,80 persen.

Salah satu penyumbang merosotnya penjualan Suzuki adalah, penjualan Thunder 125 di segmen sport. Harga Thunder, bahkan Suzuki sempat mengkoreksi dan menurunkan harga jual Thunder karena dianggap terlalu tinggi.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi