Isuzu Turunkan Target Penjualan 2009
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 6 Juli 2009 12:56 WIB
TEMPO/Nickmatulhuda
TEMPO Interaktif, Jakarta :Akibat krisis keuangan global, Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) banyak yang menurunkan target penjualan mobil mereka di 2009 ini. Salah satu ATPM tersebut, adalah PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI).

Isuzu Panther“Kami menurunkan angka penjualan, sebab seperti yang diperkirakan, daya beli juga mengalami penurunan. Penjualan mobil pun juga diperkirakan turun,” tutur Direktur Penjualan PT IAMI Supranoto, di sela acara Isuzu Technical Skill Competition 2009, di Training Center Isuzu, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (04/07) lalu.

Kalangan ATPM memperkirakan total penjualan otomotif tahun ini hanya sekitar 370 ribu - 400 ribu unit saja terkait dengan masih lesunya perekonomian akibat krisis keuangan global.

Target penjualan AIMI pada 2009 ini hanya 16.000 unit. Angka tersebut turun tajam bila dibandingkan dengan realisasi penjualan 2008 yang mencapai 25.325 unit. Penjualan sepanjang 2008 itu mengalami peningkatan 38 persen dibanding penjualan 2007 yang mencapai 18.270 unit.

Penjualan 2008 didominasi oleh tiga segmen kendaraan. Pertama, segmen pick up yang terjual 6.675 unit atau 26 persen dari total penjualan. Kedua, Multi Purpose Vehicle (MPV) atau kendaraan serbaguna dengan tipe yaitu LM, LV dan LS yang terjual 9.367 unit atau 36 persen, serta truk Isuzu Diesel, yang terjual 9.283 unit atau 36 persen.

Namun, sampai kuartal pertama 2009 ini, total market share Isuzu di pasar mobil nasional menurun menjadi 3,6 persen dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar 4,3 persen. Tercatat, selama Januari-April 2009, penjualan Isuzu 5.006 unit, turun dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 8.115 unit.

Kendati begitu, Supranoto tetap optimis penjualan tahun ini akan mencapai target yang telah ditetapkan seiring dengan membaiknya pasar. Dia juga yakin, Isuzu mampu merengkuh 18-19 persen pangsa pasar mobil nasional dengan pijakan capaian saat ini.

“Karena bagaimana pun, masih banyak konsumen loyal kami. Dan ada kecenderungan bunga yang turun, kami sama-sama menunggu. Diantara konsumen loyal kami adalah kalangan korporasi,” ujar Supranoto.

Ihwal penjualan ke kalangan korporasi itu, Supranoto menyebut, hingga Juni 2009 ini total penjualan mencapai 60 persen. Sementara 40 persen sisanya adalah kalangan individu. Sejak krisis global melanda, banyak perusahaan yang membeli kendaraan bermesin diesel tersebut.

“Sebab ongkos operasional maupun perawatannya murah. Mereka juga berfikir, semakin banyaknya kendaraan operasional tentu biaya perawatan maupun operasionalnya juga tidak sedikit,” tandasnya.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi