Komitmen Transisi Energi Indonesia-Jepang Lewat Pabrik Mobil Toyota, Mitsubishi Hingga Honda
Reporter: Dicky Kurniawan
Editor: Rafif Rahedian
Senin, 27 Mei 2024 10:00 WIB
Logo Toyota. REUTERS/Mike Blake
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut telah ada komitmen transisi energi lewat kerja sama Pemerintah Indonesia dan Jepang. Salah satu yang sudah terlihat adalah melalui peta jalan atau roadmap investasi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) beberapa pabrikan Jepang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Sudah ada roadmap-nya dari Toyota dan dari beberapa produsen di Jepang, termasuk Mitsubishi terkait dengan roadmap EV," kata Airlangga dalam acara Nikkei Forum 29th Future of Asia di Jepang, dikutip dari Antara hari ini, Senin, 27 Mei 2024.

Tak hanya Toyota dan Mitsubishi, Honda Motor Co., juga telah mengumumkan akan menggandakan investasinya dalam teknologi kendaraan listrik menjadi sekitar 10 triliun yen (Rp 1 kuadriliun), untuk periode 10 tahun hingga tahun fiskal 2030. 

Melansir laman Kyodo News, dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan daya saing Honda dengan pesaing kuat dari luar negeri seperti Tesla dan BYD. Pabrikan mobil Jepang tersebut berupaya meningkatkan rasio kendaraan listrik dan kendaraan sel bahan bakar menjadi 100 persen dari total penjualan mobil barunya pada 2040.

CEO Honda Toshihiro Mibe mengatakan bahwa industri kendaraan listrik ini masih baru. Namun dalam jangka panjang, pergeseran menuju kendaraan ramah lingkungan tersebut akan terus berjalan secara stabil.

Adapun dari total investasi Honda sebesar 10 triliun yen, sekitar 6 triliun yen (Rp 615 triliun) akan digunakan membangun pabrik generasi berikut dan memproduksi mobil baru. Kemudian 2 triliun yen (Rp 205 triliun) digunakan untuk penelitian dan pengembangan perangkat lunak, serta 2 triliun yen lagi untuk produksi baterai.

Airlangga mengatakan bahwa saat ini Indonesia memiliki 28 smelter nikel dengan nilai investasi US$ 15,8 miliar (Rp 253,6 triliun). Smelter-smelter tersebut berkontribusi terhadap ekspor sekitar US$ 25 miliar sepanjang 2023. Kemudian, pemerintah juga menargetkan 400.000 kendaraan listrik pada 2030.

"Kami bekerja sama dengan Jepang sebagaimana Perdana Menteri Kishida mengatakan dalam keynote speech, bahwa Indonesia akan menjadi tuan ruamh pertemuan tingkat menteri pada bulan Maret dan Agustus mendatang," ujar Airlangga.

Pilihan Editor: Hasil MotoGP Catalunya: Bagnaia Menangkan Pertarungan Sengit dengan Jorge Martin

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram pilih grup GoOto

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi