Pemasaran i-MiEV di Indonesia Terkendala Infrastruktur
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 31 Juli 2009 18:55 WIB
Tempo/Arnold Simanjuntak
TEMPO Interaktif, Jakarta - Rencana sejumlah pabrikan otomotif untuk memasarkan mobil bertenaga listrik di Indonesia nampaknya harus tertunda. Pasalnya, infrastruktur pendukung masih belum memungkinkan bagi kendaraan yang kerap diklaim ramah lingkungan itu belum memadai.

Salah satu pabrikan otomotif yang siap memasarkan mobil listriknya itu adalah Mitsubishi Motor Corporation. Tapi sayang, pabrikan asal negeri Sakura itu harus menahan keinginannya.

“Infrastruktur masih menjadi kendala bagi kami untuk memasarkan mobil listrik i-MiEV di Indonesia. Tidak seperti mobil yang berbahan bakar minyak, yang infrastruktur bahan bakar sudah banyak tersedia, untuk mobil listrik ini, kami harus melakukan pembicaraan dengan sejumlah pihak,” tutur Fumio Kuwayama, Presiden Direktur PT Kramayudha Tiga Berlian, Agen Tunggal Pemegang Merek Mitsubishi di Indonesia, di arena Indonesia International Motor Show, Jakarta International Expo, Kemayoran,Jumat (31/07).

Infrastruktur yang dimaksud Kuwayama salah satunya, dan yang paling penting adalah, keberadaan stasiun pengisian baterai mobil listrik tersebut. Menurut dia, untuk mendirikan sebuah stasiun pengisian bahan penyimpan energi bagi mobil listrik itu tentu harus melibatkan pemerintah.

Namun demikian, Kuwayama mengaku optimis, cepat atau lambat mobil listrik tersebut bakal bisa dipasarkan di Indonesia. Pasalnya, ia menilai komitmen pemerintah untuk menghadirkan mobil yang ramah lingkungan juga cukup kuat. “Pemikiran tentang eco car yang saat ini gencar menjadi wacana umum, adalah satu bukti bahwa komitmen untuk menghadirkan mobil listrik itu ada,” papar dia.

Lantas kapan bisa dihadirkan di Indonesia? “Ini masih memerlukan kajian lebih jauh. Persoalan infrastruktur, dan sebagainya. Yang pasti ada keinginan untuk menjual di Indonesia,” aku Kuwayama diplomatis.

Yang terang, sebut Fuwayama, diantara negara-negara Asia Tenggara, negara yang telah dan paling siap menerima kehadiran mobil bertenaga listrik adalah Singapura.

Menurut Internatonal Standard (ISO 8713:2002) yang dimaksud dengan mobil listrik atau electric road vehicle ada dua jenis. Keduanya adalah, Zero Emission Vehicles (ZEV) dan Low Emission Vehicles (LEV).

Sementara, mobil listrik disebut Zero Emission Vehicles adalah baterai (Battery Operate) dan mobil dengan sel (Fuel cell). Sedang yang disebut mobil LEV adalah mobil yang sistem penggeraknya memadukan mesin konvensional dengan motor listrik atau yang biasa disebut mobil hybrid.

Produk Mitsubishi yaitu Mitsubishi i-MiEV merupakan mobil Zero Emission Vehicles dengan sumber energi listrik yang disimpan dalam baterai berbahan baku logam lithium. Soal pengembangan baterai mobil ini, Kuwayama mengaku, pihaknya bekerjasama dengan GS Yuasa dan sebuah perusahaan dari Jerman.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi