GIAMM Khawatirkan Maraknya Suku Cadang Palsu Jelang Lebaran
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 10 Agustus 2009 14:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Gabungan industri alat-alat mobil dan motor (GIAMM) mengkhatirkan maraknya peredaran suku cadang dan alat-alat perlengkapan mobil dan motor palsu.

Faktor penurunan daya beli serta pabrikan akibat krisis ekonomi memberikan peluang produsen alat-alat palsu untuk menggelontorkan produknya di pasar.

“Sampai hari ini satu bulan menjelang puasa permintaan alat-alat perlengkapan alat-alat mobil dan motor serta suku cadang tidak sebesar permintaan pada dua tahun yang lalu masih tinggi. Tetapi pada tahun ini diperkirakan pertumbuhan penjualan hanya 10 sampai 15 persen saja,” tutur Hadi Surjadipradja, Ketua Umum GIAMM kepada Tempo di jakarta, Senin (10/8).

Hadi mengatakan permintaan yang masih tumbuh secara positif adalah dari kalangan industri otomotif baik mobil maupun motor (Automotive Manufafture).

Diperkirakan kalangan industri ini menyerap hampir 80 persen produk pabrikan suku cadang dan alat-alat mobil. “Sementara untuk replacement atau pergantian relatif kecil sekali karena orang juga menahan pembelian,” ujar Hadi.

Namun, lanjut Hadi tridak menutup kemungkinan orang masih tetap menggantikan suku cadang atau perlengkapan kendaraannya dengan suku cadang atau peralatan palsu. Pasalnya, di pasaran sering ditemukan produk dengan kualifikasi grade tiga atau KW 3. Padahal, umumnya grade dua sudah dianggap produk turunan dengan kualitas yang hampir menyerupai.

“KW tiga ini peredarannya kita tidak bisa mendata dengan pasti,” ujar Hadi.

Kendati demikian Hadi optimistis permintaan khususnya dari kalangan pabrikan sampai akhir tahun masih akan tumbuh secara positif. Setidaknya hal ini terlihat dari angka penjualan sepeda motor yang sebelumnya diprediksi sampai akhir tahun hanya lima juta unit. Namun, sampai bulan Juni penjualan sudah mencapai 2.750.000 unit lebih.

“Dengan melihat pencapaian itu saya yakin penjualan akan tetap mendekati tahun kemarin yaitu sekitar enam juta unit. Ini yang menjadi harapan kami,” jelas Hadi.

Sementara untuk mobil dan kendaraan roda empat atau lebih lainnya, Hadi memperkirakan angkanya tidak jauh dari perkiraan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) yaitu 500 ribu unit.

 

Dengan pertumbuhan penjualan inilah diperkirakan angka penjualan suku cadang dan alat-alat perlengkapan mobil dan motor juga ikut terkerek naik sekitar 10 sampai 15 persen.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi