BMW Gelar Kampanye Anti Produk Tiruan
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 12 Agustus 2009 22:15 WIB
Roadster BMW Z4 yang diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu. (Raju Febrian/TEMPO)

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT BMW Indonesia meluncurkan program Product Piracy Campaign. Kampanye anti barang tiruan ini ditujukan meningkatkan kesadaran di konsumen tentang resiko kerusakan dan keselamatan akibat menggunakan suku cadang BMW yang tiruan.

Kampanye ini juga bermaksud untuk mendorong para pemilik BMW membawa mobilnya ke bengkel-bengkel resmi BMW agar mobil mereka mendapatkan perawatan kualitas terbaik. Kampanye ini menitikberatkan perhatian pada dampak buruk terhadap mobil jika menggunakan suku cadang tiruan.

"Penggunaan komponen palsu dapat menyebabkan kerusakan serius pada mobil, bahkan bisa mengancam keselamatan pengemudi serta penumpangnya. Penggunaan suku cadang tiruan berkualitas rendah, pemilik mobil menjadi lebih sering ke bengkel, dan hal ini membuat biaya jadi kian bertambah mahal," tulis BMW Indonesia dalam siaran persnya yang diterima Tempo.

Dalam kampanye ini, BMW Indonesia dan seluruh jaringan dealer resminya terus melakukan komunikasi tentang manfaat menggunakan suku cadang Asli BMW. BMW Indonesia juga memperkenalkan program 3P – Price Performance Punctuality - yang memberikan kesempatan pada mereka yang memiliki mobil BMW lawas untuk menggunakan sukucadang asli.

Kampanye ini merupakan bagian dari inisiatif Aftersales Business Development BMW Group. Program Product Piracy and Exclusivity ini juga bertujuan untuk menelusuri produk tiruan. Uni Eropa menemukan volume produk-produk tiruan ini mencapai 10% dari total volume perdagangan internasional yang menyebabkan kerugian 300 miliar Euro.

Di Indonesia, seluruh jaringan dealer resmi BMW mendapat pelatihan untuk mengenali produk asli ataupun yang tiruan. Mereka juga mendapatkan informasi dampak negatif apa saja yang bakal terjadi jika mobil dipaksakan menggunakan produk tiruan untuk diinformasikan pada konsumen.

RAJU FEBRIAN

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi