Sebulan Jelang Lebaran, Permintaan Suku Cadang Meningkat
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Selasa, 18 Agustus 2009 14:59 WIB
TEMPO/Mazmur Sembiring
TEMPO Interaktif, Jakarta - Satu bulan menjelang lebaran atau hari raya Idul Fitri, penjualan suku cadang dan alat-alat perlengkapan mobil mulai mengalami peningkatan. Di beberapa lokasi penjualan suku cadang dan alat perlengkapan mobil di Jakarta, peningkatan saat ini mencapai 3-4 persen.

Menurut Lie Po, pedagang di Plaza Atrium Lantai 5 Senen, suku cadang yang banyak diminta pembeli filter bensin, filter solar, filter oli, tali kipas, kampas rem, serta shock breaker. “Peningkatan permintaan mulai terjadi empat hari lalu, mungkin bersamaan waktu libur panjang. Tapi biasanya penggantian suku cadang ini juga untuk persiapan lebaran,” tuturnya pada Tempo di Jakarta, Selasa (18/8).

Dia mengatakan dari beberapa suku cadang dan peralatan mobil yang dia jajakan, tali kipas dan kampas rem serta shock breaker merupakan barang yang paling dicari pembeli. “Ya kalau dirata-rata, dalam seminggu peningkatan per harinya bisa 3 persen,” tandas Lie Po.

Hal serupa juga diungkapkan Supardi, pedagang yang menempati kios di Blok E Plaza Atrium. Ia menyebutkan selain filter udara dan filter bahan bakar, tali kipas, ball joint, shock breaker, serta tierod adalah barang-barang yang dicari pembeli di kiosnya.

“Kampas rem, ball joint, dan tierod ini yang paling banyak dicari oleh pembeli karena untuk persiapan perjalanan jauh biasanya konsumen mengganti onderdil pada kaki-kaki mobil,” ujar Supardi.

Menurut dia, selama sepekan peningkatan penjualan rata-rata per hari mencapai 4 persen. Dari peningkatan tersebut, yang terbesar adalah onderdil untuk kaki-kaki mobil yang besarnya mencapai separoh dari total penjualan di kios Supardi.

Suku cadang lainnya yang juga mengalami peningkatan adalah aki atau baterai. Menurut beberapa pedagang yang ditemui Tempo di Bursa Onderdil di Kemayoran, Jakarta Pusat, permintaan aki selama sepekan mengalami peningkatan rata-rata 3 persen.

“Biasanya umur aki untuk penggantian itu mencapai dua hingga tiga tahun. Tetapi umumnya para konsumen tidak melihat batasan itu. Terutama bila akan melakukan perjalanan jauh. Itu yang terjadi dalam beberapa hari ini,” kata Jefri, salah seorang pedagang di Bursa Onderdil Kemayoran.

Namun, bagi pabrikan peningkatan permintaan suku cadang dan alat-alat perlengkapan mobil menjelang lebaran sulit untuk diperkirakan. Pasalnya, penjualan wholesale dari pabrikan ke distributor dilakukan berdasarkan pembelian 6 atau 3 bulanan.

“Sehingga, kalaupun terjadi peningkatan permintaan itu bisa diketahui di tingkat ritel atau eceran. Sedangkan, permintaan dari pedagang ritel masih bisa dipenuhi dari stok yang ada di distributor. Karena itu, secara wholesale belum berpengaruh apa-apa,” ungkap Hadi Surjadipradja, Ketua Umum Gabungan Industri Alat-alat dan Perlengkapan Mobil dan Motor (GIAMM), saat dihubungi Tempo di Jakarta, Selasa (18/8).

Menurut Hadi, peningkatan permintaan di tingkat wholesale yang paling signifikan adalah dari pabrikan otomotif. “Karena memang pangsa terbesar adalah otomotif manufaktur. Jika penjualan mobil di pasar nasional meningkat, kami pun juga ikut meningkat. Tetapi kalau di tingkat ritel, kami sulit memprediksi,” tutup dia.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi