Permintaan Meningkat, Tarif Sewa Mobil Naik 25 Persen
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 31 Agustus 2009 16:20 WIB
TEMPO/Tony Hartawan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Meski hari raya Idul Fitri masih tiga pekan lagi, tempat penyewaan mobil telah ramai diserbu penyewa yang ingin merayakan lebaran di kampung halaman. Kebanyakan penyewa telah memesan untuk masa sewa empat hingga sepuluh hari. Harga sewa mobil pun ikut naik.

“Alhamdulillah dari 240 unit mobil yang kami sediakan untuk lebaran kali ini, semuanya sudah dibooking untuk tanggal 18 – 28 September mendatang. Mobil yang kami sediakan terdiri dari 110 unit Toyota Avanza, 100 unit Toyota Kijang, dan sisanya 30 unit Toyota Alphard, ” tutur Ari Gufroni, Manajer Penjualan PT TRAC (Toyota Rent a Car), perusahaan penyewaan mobil yang berinduk ke PT Astra, kepada Tempo, di Jakarta, Senin (31/8).

Seiring dengan derasnya permintaan, tarif sewa mobil pun ikut terkerek. Hal itu diakui Ari. Ia menyebut, dibanding har-hari biasa, kenaikan tarif kali ini meningkat 20 – 25 persen. Meski tarif naik, permintaan terus mengalir ke PT TRAC. “Karena itu, kami saat ini terus mengupayakan ada penambahan armada. Tahun lalu kami sediakan 300 unit, tetapi karena ada krisis sejak awal 2009, oleh perusahaan ditetapkan jatah 240 unit. Ternyata permintaan di luar perkiraan kami,” tandas Ari.

Ari mengatakan, besaran tarif sewa saat ini, untuk Toyota Avanza masa sewa empat hari Rp 2 juta, dan 10 hari Rp 4,4 juta. Sedangkan untuk Toyota Alphard jangka waktu penyewaan empat hari sebesar Rp 9,5 juta dan 10 hari Rp 21 juta.

Sementara Toyota Kijang Innova dibanderol sekitar Rp 2,5 juta per empat hari dan Rp 6.250.000 hingga Rp 7 juta per sepuluh hari. Tergantung tipe yang dipilih. “Harga ini sudah termasuk asuransi kecelakaan diri dengan nilai pertanggungan Rp 10 juta, tetapi tanpa sopir,” terang dia.

Mobil yang disediakan antara lain, Toyota Avanza tipe G dan E, Toyota Kijang Innova tipe E, G, dan V, serta Toyota Alphard. Fasilitas lain yang disediakan TRAC, selain asuransi adalah, rest area yaitu cabang-cabang TRAC yang lokasinya tersebar di seluruh kota-kota besar di Indonesia.

Mengenai konsumen, Ari menyebutkan, sebagian besar adalah kalangan perusahaan yang ingin menyediakan sarana transportasi mudik bagi karyawannya. “Sektor korporat masih yang terbanyak,” tandas dia.

Derasnya permintaan juga dialami tempat penyewaan mobil skala kecil. Tempat milik Edy Wahyudi di kawasan Petukangan Utara, Jakarta Selatan, misalnya. Menurut Edy, dari empat unit Toyota Kijang Innova tipe G dan dua unit tipe V miliknya yang dibanderol Rp 7 juta per 10 hari telah dipesan penyewa.

“Begitu juga enam unit toyota Avanza tipe G 1.3, yang sewanya Rp 450 ribu sehari juga sudah habis. Tapi permintaan masih ada, saya minta ke persewaan milik teman untuk memenuhi ini,” aku dia.

Berbeda dengan TRAC, harga sewa mobil di tempat Edy tidak termasuk asuransi kecelakaan. Namun, baik di TRAC maupun di tempat Edy harga tersebut tanpa sopir. “Kami juga menyediakan jasa sopir, untuk tarifnya rata-rata Rp 540 ribu per hari,” terang Edy.

Sementara Ari mengaku pihaknya juga menyediakan sopir. “Para pengemudi TRAC dibekali pelatihan Defensive Driving, penguasaan wilayah, etika pelayanan serta sikap diri positif. Kami memiliki 6.000 pengemudi profesional,” aku dia.

Menyinggung syarat penyewa, Edy menyebut cukup mudah, yaitu mengisi formulir identitas diri, melampirkan fotokopi kartu tanda penduduk, fotokopi kartu keluarga, fotokopi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan, Surat Izin Mengemudi, serta membayar tanda jadi. “Minimal 30 persen dan di lunasi saat mobil diambil,” tandas dia.

Sementara bila penyewa tidak menggunakan sopir, lanjut Edy, pihaknya akan melakukan survei ke tempat penyewa. Biaya survei Rp 50 ribu untuk Jakarta dan Rp 100 ribu untuk luar Jakarta ditanggung oleh calon penyewa.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi