Prius, Salah Satu Produk Toyota yang Ditarik di AS  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 30 September 2009 10:23 WIB
Toyota Prius III saat acara Indonesia International Motor Show (IIMS) ke-17 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (24/07). Foto: Tempo/Arnold Simanjuntak

TEMPO Interaktif, Washington:Toyota Motor Corporation, Selasa (29/09) mengatakan, akan menarik (recall) 3,8 juta kendaraan produksinya di Amerika Serikat. Penarikan tidak hanya berlaku pada Toyota Lexus yang saat ini dikeluhkan bermasalah, tetapi juga produk Toyota lainnya yang saat ini menjadi primadona di negara tersebut.

Toyota

Diantara produk itu adalah Toyota Prius hybrid dan Toyota Camry. Seperti diketahui, penjualan Prius di negeri itu, hingga awal September 2009 mencapai 1 juta unit.

Pihak Toyota seperti yang dikutip situs resmi Toyota menyatakan, penerimaan pasar Amerika terhadap varian sedan hybrid itu tak kepas dari positioning mobil tersebut.

Disebutkan, Prius tak ubahnya seperti Lexus (Luxurious Ekspor for United States) yang pada awalnya merupakan produk termewah dari Toyota yang diperuntukkan khusus bagi pasar Amerika Serikat.

Dengan harga US$ 22 ribu, Prius telah menjadi  kendaraan yang digandrungi kelas menengah Amerika. Mobil ini juga dinilai memiliki efisiensi bahan bakar serta ramah lingkungan. Sedangkan mobil lain yang juga populer di Ameriika dan juga ditarik adalah Toyota Camry.

Secara keseluruhan, seperti yang dikutip Assosiated Press, dalam penarikan ini, Toyota akan menarik Toyota Camry produksi 2007 - 2010, Toyota Avalon 2005, Toyota Prius 2005 - 2010, Toyota Tacoma 2005 - 2010, Toyota Tundra 2007 - 2010, serta Lexus ES350 2007 - 2010, Lexus IS250 dan IS350 produksi 2006 - 2010.

Seperti diketahui, penarikan produk Toyota di Amerika, dilakukan menyusul keluhan para pemilik kendaraan terhadap karpet kabin yang longgar dan dan menarik pedal gas sehingga mobil melesat secara tiba-tiba dan tak terkendali.

Penarikan (recall) ini merupakan yang terbesar yang pernah terjadi. Penarikan tersebut juga akan dilakukan terhadap model-model terkenal, seperti Toyota Camry dan Toyota Prius hiybrid.

Pabrikan otomotif asal Jepang itu menyatakan, pihaknya saat ini tengah bekerja sama dengan Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika untuk mencari solusi mengatasi persoalan itu. Toyota juga menyebut, para pemilik mobil akan diberitahu ihwal penarikan itu paling cepat pekan depan.

Juru bicara Toyota, Irv Miller meminta para pemilik kendaraan untuk melepas karpet lantai mobil mereka dan tidak memasangnya kembali hingga pihak Toyota menemukan penyebab permasalahan dan memperbaikinya. "Kemungkinan, macetnya pedal gas telah menyebabkan mobil melesat dan tak terkendali. Inilah yang menyebabkan kecelakaan, luka serius atau bahkan kematian," tutur Miller seperti dikutip Associated Press.

NHTSA mengatakan telah menerima laporan 102 kasus dari para pemilik kendaraan. Lembaga ini menyebutkan, kasus yang dilaporkan adalah kecepatan yang tak terkendali. Meski tidak dijelaskan telah berapa banyak kecelakaan yang terjadi pada laporan tersebut.

Yang terang korban jatuh saat Toyta Lexus yang ditumpangi anggota patroli jalan raya California, Mark Syalor bersama tiga anggota keluarganya mengalami kecelakaan di State Route 125, Santee, California pada Agustus lalu. Saat itu, kecepatan mobil mencapai 120 mil per jam lebih setelah pedal gas tiba-tiba tertarik dan tak bisa dikendalikan.

"Ini masalah yang mendesak," ujar Menteri Transportasi Ray LaHood Amerika Serikat. "Kami menyarankan pemilik kendaraan ini untuk melepas karpet atau rintangan lain yang bisa menyebabkan terjadinya percepatan yang tidak disengaja tersebut,"

Sebelumnya Toyota Amerika Serikat pernah melakukan recall terhadap 900 ribu mobil pada 2005 lalu. Penarikan itu dikarenakan, adanya keluhan dari para pemilik kendaraan terhadap kemudi.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi