Button: Gelar Ini untuk Jessica
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 19 Oktober 2009 09:35 WIB
AP Photo
TEMPO Interaktif,Sao Paulo:Lagu 'We Are The Champions' dari grup rock asal Inggris “Queen” sontak keluar dari mulut Jenson Button di radio tim Brawn GP. Nyanyian itu dilontarkan pembalap berusia 29 tahun itu setelah berhasil menjadi juara dunia Formula Satu musim ini dengan finis di tempat kelima pada Grand Prix Brasil di Sirkuit Interlagos kemarin.

“Juara dunia! Saya adalah juara dunia!” pekik Button, yang mengendarai mobil Brawn GP setelah menyelesaikan lomba. 

Gelar ini jelas spesial bagi Button yang pertama kali meraih podium pada Grand Prix Hungaria 2006. Memulai lomba dari urutan ke-14, Ia menjadi pembalap Inggris pertama yang berhasil memenangi gelar juara dunia F1 back to back, setelah musim lalu pembalap McLaren Mercedes Lewis Hamilton merebutnya, dalam empat dekade terakhir, dengan finis di tempat kelima setelah melahap 71 lap.

Posisi itu cukup membuat Button menyandang gelar juara. Ini ditegaskan hasil yang diperoleh pembalap Red Bull, Sebastian Vettel dan rekan setimnya Ruben Barrichello yang finis di tempat keempat dan kedelapan yang membuat keduanya gagal mengemas poin, untuk meyakinkan perebutan gelar juara dunia tidak akan diselesaikan pada race terakhir, GP Abu Dhabi yang sedianya digelar pada 1 November.

Button tak lupa daratan. Secara khusus ia memberikan gelar juara yang diraihnya kepada keluarga dan pacarnya Jessicca Michibata, model pakaian dalam. “Lomba di Interlagos adalah lomba terbaik yang pernah saya lakukan sepanjang karier saya. Gelar juara ini saya berikan kepada keluarga dan Jessica. Ini untukmu sayang,” bungah Button lengkap dengan senyuman.

Sebelum menggapai prestasi terbaiknya Button harus menjalani kariernya naik turun. Sebelum menang di Interlagos, ia mendapat kritikan deras setelah gagal menguasai podium usai memenangi GP Turki awal Juni lalu. 

Ditilik dari performa, setelah menang di Istanbul, Button hanya mampu finis di urutan tiga teratas sekali, pada GP Italia bulan lalu. Namun titik tolak performanya ada di Interlagos.

Button memulai kariernya di ajang jet darat ketika bergabung dengan tim Williams pada tahun 2000. Namanya langsung menggapai awan dengan klaim pembalap muda pertama Inggris yang tampil di ajang F1. Namanya semakin menjulang setelah menjadi pembalap termuda sepanjang sejarah yang berhasil mengemas satu poin finis di tempat kedua pada urutan keenam di Interlagos, pada musim keduanya.

Setelah itu performanya justru luntur. Gagal bersuara lantang, ia hanya mampu membawa Honda finis pada posisi terbelakang pada klasemen tahun lalu. Namun, sinar kejayaan Button kembali terangkat musim ini setelah bergabung dengan Brawn GP yang dikomandani mantan direktur teknis Ferrari, Ross Brawn. Seketika posisi tim yang menggantikan Honda ini mendominasi perolehan poin dalam klasemen.

“Kami berhasil mendulang kerja keras kami pada pertengahan tahun ini. Namun kami pada akhirnya berhasil menjadi juara dunia ini sangat spesial,” kata Brawn gembira, mengomentari keberhasilan Brawn menjadi juara konstruktor tahun ini.

“Bagi Jenson, ia adalah pembalap yang fantastis. Ia tahu harus melakukan apa.”

BERBAGAI SUMBER | BAGUS WIJANARKO

#F1

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi