Omzet Bisnis Cuci Mobil Naik 50-100 Persen Awal Musim Hujan  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Sabtu, 14 November 2009 11:56 WIB
merchantcircle.com
TEMPO Interaktif, Jakarta - Bagi sebagian orang, musim hujan berarti datangnya bencana. Selain berpotensi menimbulkan berbagai penyakit, hujan juga dituding kerap membawa petaka mulai dari jalanan macet dan jalan berlubang yang berakibat celakanya pengguna jalan, hingga banjir.

Namun tak demikian dengan para pebisnis cucian mobil. Bagi mereka, musim hujan justru membawa berkah, yaitu naiknya omzet. Dalam sepekan ini, beberapa tempat cuci mobil yang disambangi Tempo, Sabtu (14/11) mengaku omzet mereka naik 50 – 100 persen.

”Kalau hari biasa rata-rata naik 50 persen, dari 15 mobil menjadi 22 - 23 mobil. Tapi itu rata-rata dalam seminggu ini. Kalau Sabtu ini, sampai jam 10 tadi, sudah lebih dari 30 mobil, berarti 100 persen,” tutur Suryawan, Koordinator Tim di OtoKlinik, bengkel dan tempat cuci mobil di Cipondoh, Tangerang.

Bahkan, dari pantauan Tempo dalam waktu 15 menit, mobil yang datang mencapai 4 – 5 unit. Meski jumlah pengunjung melonjak, Suryawan tak menaikkan tarif cuci mobil. Dia menyebut untuk cuci, pembersihan mesin, vakum interior mobil, serta semir ban OtoKlinik mematok tarif Rp 30 ribu.

Sementara itu, di tempat cuci mobil Klin yang letaknya di seberang jalan dari OtoKlinik, antrean juga terlihat. Bedanya, di tempat ini menggunakan pencucian mekanis atau dengan menggunakan mesin otomatis dan mobil sambil berjalan. ”Prosesnya cukup 10 menit, setelah itu dilap dan vakum paling lama 10 menit,” ujar Yeni Puspitasari, Kasir Klin Carwash.

Dengan sistem pencucian seperti itu, jumlah mobil yang bisa dicuci lebih banyak. Sebelum musim hujan, jumlah pengunjung rata-rata mencapai 20 mobil. ”Tetapi setelah hujan, pada hari kerja naik menjadi 30 pengunjung. Bahkan Sabtu (14/11) ini sampai jam 10.30 tadi pengunjung mencapai 41 mobil,” aku Dadang, salah seorang Supervisor di Klin Carwash.

Ihwal tarif, Dadang menyebut, untuk cuci saja Rp 25 ribu dan vakum interior, lap mesin, pembersihan kaca, serta semir ban Rp 15 ribu. ”Kalau di tempat kami, benar-benar detil. Jadi tarif memang agak beda. Tapi, Alhamdulillah konsumen puas, pelanggan kami rata-rata orang yang sama,” ujar Dadang setengah promosi.

Seperti halnya di OtoKlinik, tarif cuci di tempat ini juga tidak dinaikkan. ”Tidak ada alasan yang tepat untuk menaikkan tarif. Apalagi, saingan kan banyak. Malah kita ada tambahan layanan, yaitu gratis air minum sama makanan kecil: kacang,” sebut Dadang.

Peningkatan jumlah pengunjung juga dialami tempat cuci mobil yang biasa melayani mobil angkutan kota dan mobil pribadi. Di tempat cuci mobil Anto Tepos, yang berlokasi di Pinang, Ciledug, misalnya.

”Kalau hari-hari biasa yang paling banyak angkot (angkutan kota) yaitu rata-rata 25 unit dan mobil pribadi empat. Tetapi tiga hari belakangan ini jumlah mobil pribadi yang datang cukup banyak, bisa 10 unit. Ini yang bertambah,” terang Usep, salah seorang pencuci.

Di tempat ini, tarif relatif murah. Untuk angkutan kota Anto Tepos mematok tarif Rp 10 ribu, sedangkan mobil pribadi Rp 15 ribu. Bedanya, interior tidak dibersihkan dengan vacuum cleaner.

”Kalau angkot kan rutin ya, hujan nggak hujan tiap habis narik selalu dicuci. Tapi kalau (jumlah pengunjung) mobil pribadi naiknya dua kali lipat. Kalau tarif tetap, soalnya saingan juga banyak,” tambah Usep.

ARIF ARIANTO

#Info Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi