Top 1 Pelumas Terfavorit 2009  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 25 November 2009 19:33 WIB
.

TEMPO Interaktif, Jakarta:Minyak pelumas Top 1 dinobatkan sebagai Pelumas Mobil Terbaik 2009 pilihan pembaca majalah otomotif Auto Bild pada 18 Nivember lalu. Bagi Top 1 penobatan itu merupakan penghargaan dan pengakuan tertinggi dari masyarakat terhadap kualitasnya.

oli Top 1"Terima kasih khususnya kepada masyarakat Indonesia yang sudah mempercayakan produk kami untuk menerima penghargaan ini. Dan apresiasi yang tinggi ini kami persembahkan kembali untuk konsumen setia TOP 1," tutur Thomas Dosy, Kepala Eksekutif PT Topindo Atlas Asia, Distributor Utama pelumas Top 1 di Indonesia, dalam siaran persnya, Rabu (25/11).

Menurut Thomas, sebelumnya Top 1 juga diganjar penghargaan tertinggi dalam hal kepuasan pelanggan atau konsumen melalui ajang Indonesian Costumer Satisfaction Awards (ICSA) 2009 di kategori pelumas Motor. untuk yang ke sembilan kalinya. Sementara itu Abiyoga Nursyanpratama, pengamat pemasaran, menilai tingkat persaingan minyak pelumas saat ini sudah sangat ketat.

Bahkan teknologi dan formula yang digunakan antara satu dengan pabrikan lainnya nyaris tak berbeda. "Begitu pun dengan diferensiasi produk, semua pbarikan memiliki varian yang beragam sesuai dengan jenis, tipe, bahkan karakter mesin yang digunakan konsumen. Jadi, produk pelumas yang ada terkesan generik atau sudah umum," sebutnya.

Ihwal kepuasan pelanggan Abi mempertanyakan metode yang digunakan. Baginya, metode yang digunakan tidak bisa secara random dan booster sampling semata. "Karena responden bukan pengguna produk itu tentu saja tidak tepat bila menyebut puas atau tidak puas dengan produk bersangkutan. Kemudian apakah jumlah responden sudah mewakili pengguna seluruh produk yang sejenis yang tengah disurvei?," tandasnya.

Abi juga mempertanyakan profil responden untuk menentukan produk terfavorit. bagi dia perlu kepastian, apakah responden yang menyebut produk yang bersangkutan sebagai favoritnya adalah pemakai tersebut atau bukan sama sekali "Bila pemakai, maka wajar bila mengatakan produk yang dipakainya adalah favoritnya, meskipun itu tidak lepas dari subyektifitasnya," tegas dia.

Namun bila responden itu bukan pemakai tetapi hanya kerap membaca atau melihat iklan, maka yang berhasil adalah proses pencitraan merek produk yang bersangkutan. Karena semakin intensif komunikasi produk dilakukan, maka kemungkinan melekat di benak orang juga semakin besar meski orang yang bersangkutan belum tentu menjadi konsumen produk itu.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi