Komunitas Karimun Bukan Sekadar Wadah Temu Muka Anggota
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 3 Desember 2009 19:39 WIB
.

TEMPO Interaktif, Jakarta:Keberadaan organisasi komunitas pemilik mobil yang kini telah menjamur tak semata-mata menjadi wadah silaturahmi diantara anggotanya. Namun, juga menjadi sarana untuk ikut beperan serta mengatasi persoalan sosial yang berada di tengah-tengah masyarakat. Persoalan pencemaran lingkungan akibat pemanasan global misalnya.

Karimun ClubKarimun Club Indonesia (KCI) misalnya. Sebagai wujud kepedulian dalam mengurangi dampak pemanasan global, organisasi ini mengaku terus melakukan terobosan guna mengurangi emisi gas buang dari kendaraan.

Diantaranya, melakukan uji emisi secara berkala enam bulanan serta menumbuhkan inovasi modifikasi mesin yang hemat bahan bakar.

"Bahkan sebelum gembar gembor soal uji emisi belakangan ini, kami di KCI sudah aktif melakukan uji emisi sejak awal 2008. Karena sangat konsen dengan isu lingkungan hidup," tutur Pujiyono Wahyuadi, Ketua Umum KCI kepada Tempo di Jakarta, Kamis (03/12).

Organisasi komunitas pemilik mobil Suzuki Karimun yang berdiri sejak 2001 itu, juga berupaya melakukan curah pendapat diantara anggotanya untuk menemukan inovasi modifikasi mesin yang hemat bahan bakar. Pasalnya dengan mesin hemat berarti konsumsi bahan bakar minyak juga bisa ditekan.

"Dengan cara itu, berarti kami juga ikut menekan tingkat emisi gas buang atau mengurangi efek pemanasan global," aku Puji. Bagi Puji dan anggota KCI, peran kendaraan bermotor dalam menambah tingkat pencemaran udara, khususnya di kota besar tak bisa dipungkiri.

Terlebih jumlah kendaraan bermotor dari waktu ke waktu juga terus bertambah. Data Japan Automotive Manufacturee Association (JAMA) atau Asosiasi Industri Otomotif Jepang  2009 yang diolah Toyota Motors Corporation (TMC) menunjukkan saban lima tahun penmabahan jumlah kepemilikan mobil mencapai sekitar 100 juta unit.

Bahkan diperkirakan pada 2010 jumlah kepemilikan mobil di dunia akan menembus angka satu miliar unit dan pada 2020 mencapai sekitar 1,5 miliar unit. Dan bisa ditebak, bila peningkatan jumlah kendaraan itu tidak diantisipasi dengan teknologi yang mampu menekan emisi gas buang, maka akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan  yang pada gilirannya memicu percepatan pemanasan global.

mobil karimunMenyadari pentingnya uji emisi, KCI di Jakarta dan sekitarnya melakukan uji emisi di bengkel resmi Suzuki. "Kami melakukan di bengkel resmi Suzuki di Cempaka Putih yang ditunjuk resmi sebagai tempat uji emisi oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah DKI Jakarta," terang Puji.

Organisasi komunitas ini juga terus intensif menjalin komunikasi dengan para anggotanya di daerah. Hingga saat ini tak kurang dari 1.300 orang pemiliki Suzuki Karimun yang terdaftar sebagai anggota organisasi ini. 

"Saat ini pengda yang aktif adalah KC Jakarta, KC Bogor, KC Bandung, KC Cirebon, KC Jogja, KC Bali, dan KC Makassar. Dalam waktu dekat kami akan menghidupkan kembali KC Surabaya, KC Semarang, dan KC Medan," terang Puji.

Meski di tengah perjalanan tak sedikit pengurus daerah yang tak aktif, namun KCI pusat tak kehilangan semangat. Upaya komunikasi terus dilakukan. Salah satunya, memeriahkan acara ulang tahun yang digelar pengurus daerah.

Pada 28 November lalu misalnya, KCI ikut merayakan ulang tahun yang pertama KCI Bandung. "Melalui hajatan itu kami selain bersyukur juga untuk memperkuat komitmen kami untuk menyelamatkan lingkungan," tandas Puji.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi