Tren Modifikasi 2010 Masih Tetap Fungsional dan Ekonomis  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 10 Desember 2009 14:36 WIB
Dok: www.carmodificatin.blogspot.com
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kondisi ekonomi global pada 2010 yang diramalkan masih belum pulih dari krisis membawa dampak pada pehobi modifikasi mobil. Seperti halnya tren modifikasi 2009, pilihan modifikasi pada tahun depan masih pada gaya fungsional dan ekonomis.

“Karena komponen impor masi mahal. Maka dandanan mobil modifikasi masih bergaya daily use dengan konsep fungsional dan ekonomis. Hanya orang yang berkantong tebal saja yang mungkin nekad memodifikasi dengan gaya radikal ekstrim,” papar Yongki Madras, pemerhati dan modifikator mobil kepada Tempo di Jakarta, Kamis (10/12).

Menurut pria yang kesehariannya menjadi modifikator di sebuah bengkel di Jakarta Barat itu, tren yang fungsional namun ekonomis itu bukan semata-mata karena anjloknya daya beli saja. Tetapi juga dikarenakan langkanya komponen atau aksesori asli keluaran Amerika, Eropa, dan Jepang.

Hal itu, kata Yongki, dikarenakan produsen di ketiga kawasan tersebut juga terkena dampak krisis yang bermula dari kisruh kredit perumahan (subprime mortgage) di negeri Paman Sam. Sejatinya, permintaan komponen atau aksesoris asli masih banyak tetapi pasokan diperkirakan masih seret. Akibatnya, kalau pun ada, juga berbanderol mahal.

“Yang masih punya daya beli tinggi juga banyak. Tetapi sebagian besar yang memilih harga murah. Ya seperti 2009 ini, mungkin banyak yang pilih komponen bekas atau produksi Taiwan atau Cina,” sebut dia.

Apa yang diperkirakan Yongki diamini Ketua Umum Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor Indonesia, Hadi Surjadipradja. “Tahun depan, permintaan masih potensial naik. Tetapi untuk pasokan komponen asli dari impor akan lebih banyak dari Taiwan atau Cina,” sebutnya saat dihubungi.

Yongki juga menambahkan,  pengalaman selama satu tahun ini menunjukkan, para konsumen banyak yang memburu velg Jepang seperti SSR, Work atau Volk Racing tetapi yang tiruannya diproduksi oleh perusahaan Taiwan. Itu pun masih berharga mahal, untuk velg ukuran Rp 4-5 juta untuk diameter 17 inci dibanderol Rp 4 – 5 juta, sedangkan ukuran 19 inci Rp 9 – Rp 9,6 juta.

Lantaran itulah, bagi penggemar modifikasi, konsep fungsional dan ekonomis akan menjadi pilihan. Tetapi bukan hanya soal komponen saja yang berubah, gaya desain modifikasi pun juga tetap yang gaya keseharian (daily use).

Gaya keseharian artinya, mobil yang dimodifikasi itu juga cocok untuk kegiatan keseharian seperti ke tempat kerja, ke mal dan sebagainya.

Gaya minimalis di bidang modifikasi tak hanya terbatas pada bodi, velg, atau bahkan di perangkat audio video saja. Tampilan cat mobil, khususnya yang menggunakan airbrush pun juga terpengaruh kondisi ekonomi.

“Motif body art yang lebih kalem yang selama ini disukai orang akan tetap menjadi tren di 2010 nanti. Karena selain simple juga faktor fungsi mobil yang untuk keseharian, selian faktor biaya tentunya,” papar Stevan Budi Dermawan, desainer grafis yang kini tengah merintis bengkel airbrush.

Meski demikian, motif yang unik seperti lidah api masih akan digemari. Pasalnya motif ini dinilai bisa mencuri perhatian orang. Sedangkan ihwal kelir favorit, Stevan menyebut kuning, oranye, hijau metalik, peral white, dan merah muda, masih akan menjadi kelir pilihan para modif mania.

“Tetapi bukan yang norak ngejreng ya. Karena umumnya pakai cirallic jadi warna tetap elegan,” terang dia.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi