Penarikan Kembali Harley Davidson Hanya untuk Antisipasi  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 21 Desember 2009 18:06 WIB
Dok: Harley Davidson
TEMPO Interaktif, Jakarta - Penarikan kembali motor Harley Davidson tipe turing produksi 2008 – 2009 yang dilakukan oleh PT Mabua Harley Davidson – dealer resmi Harley Davidson di Indonesia – bukan karena ada cacat dan mengakibatkan kecelakaan. Penarikan ini lebih bersifat penambahan piranti baru sehingga selain membuat motor semakin aman juga lebih bergaya.

logo harley“Tidak ada masalah dengan motor. Bahkan, di Amerika belum ada laporan tentang kecelakaan akibat adanya kebocoran pada tangki. Tapi hanya laporan tentang potensi, atau sifatnya antisipasi saja,” papar Irvino Edwardly, Country and Sales Marketing MHD, saat dihubungi, Senin (21/12).

Ia menambahkan, kendati tidak ada laporan kecelakaan namun baik principal Harley Davidson di Amerika maupun di Indonesia tetap menambahkan piranti yang diletakan pada kerangka motor dan tangki. “Dari catatan kami, di Indonesia ada sekitar 240 motor model turing yang dimaksud untuk di recall itu. Kami sudah menerima pendaftaran. Penambahan piranti itu butuh waktu sekitar tiga bulan,” aku Irvino.

Meski ada penambahan piranti baru, namun PT MHD tidak memungut biaya. Seperti yang dilaporkan oleh Lembaga Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat, (National Highway Traffic Safety Administration / NHTSA) model yang ditarik kembali adalah turing produksi 6 Juni 2008 - 19 November 2009. Total motor  yang ditarik di Amerika Serikat itu mencapai  111.569 unit.

Lembaga ini juga menyebut, penarikan itu dikarenakan adanya potensi kebakaran akibat kebocoran bahan bakar dikarenakan kesalahan posisi tangki. Namun, sejauh ini belum ada data maupun laporan adanya kecelakaan akibat kesalahan tersebut.

Sementara menyinggung kemungkinan anjloknya citra merek Harley Davidson terkait penarikan kembali produk itu, Irvino mengaku yakin hal itu tidak akan terjadi. Justeru sebaliknya ia optimitis citra mereka motor besar asal negeri Paman Sam itu akan bertambah di mata para konsumen.

“Penarikan ini merupakan bukti tanggung jawab Harley dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan konsumen,” tandas dia.

Abiyoga Nursanpratama, seorang pengamat pemasaran, mengaku sependapat dengan Irvino. Menurut dia, aksi penarikan kembali suatu produk memang tidak serta merta dimaknai negative oleh para konsumen.

“Maksudnya bila penarikan itu adalah wujud tindakan responsif karena ada indikasi kesalahan, itu justeru mencerminkan bahwa kualitas layanan produsen itu bagus. Pada gilirannya orang akan semakin percaya bahwa brand produk itu bisa diandalkan,” tutur Abi saat dihubungi Tempo.

Terlebih, kata Abi, konsumen Harley merupakan masyarakat kelas menengah ke atas yang memiliki pengetahuan, kesadaran terhadap keselamatan dan kenyamanan yang tinggi. Mereka adalah tipe konsumen yang tidak hanya membeli produk berdasar kebutuhan mendasar untuk mendukung kegiatan sehari-hari.

“Tetapi mereka membeli produk itu untuk gaya hidup, mereka membeli kualitas sehingga keamanan dan kenyaman bagi mereka nomor satu. Berapa pun harganya mereka elastis sejauh produk itu dinilai aman bagi mereka,” tutur Abi.

Sedangkan, dengan adanya langkah penarikan kembali karena untuk antisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan itu, Abi yakin tingkat kepercayaan konsumen terhadap merek Harley akan meningkat. “Brand awareness di konsumen kelas menengah atas itu tidak bisa dibangun hanya dengan promosi lewat iklan atau yang bersifat above the line secara verbal saja. Sehingga tindakan recall itu juga menjadi promosi non verbal yang cukup efektif. Itu menurut saya,” ujarnya.

ARIF ARIANTO

#Info Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi