Penjualan Motor 2009 Hanya Turun Enam Persen
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 28 Desember 2009 12:25 WIB
Sebuah mobil patroli polisi mengawal sejumlah pemudik arus balik bersepada motor, saat melintas di jalan raya perbatasan Semarang-Kendal, Jateng, Jumat (25/9).(ANTARA/R.Rekotomo)
TEMPO Interaktif, Jakarta - Penjualan sepeda motor pada tahun ini diperkirakan hanya turun 6 persen atau lebih kecil empat persen dari perkiraan semula. Sehingga, total penjualan pada tahun ini diperkirakan mencapai 5,7 – 5,8 juta unit. Sebelumnya penurunan diperkirakan mencapai 10 – 12 persen.

Pada 2008, total penjualan kendaraan roda dua itu mencapai 6 juta unit. Namun hingga akhir November 2009, total penjualan masih mencapai 5,3 juta unit. Turunnya angka penjualan selain dikarenakan semakin ketatnya persyaratan yang ditetapkan lembaga pembiayaan juga karena masih tingginya suku bunga kredit.

“Padahal, 70 – 80 persen pembelian sepeda motor itu dilakukan secara kredit. Jadi kalau ada hal-hal yang berkaitan dengan lembaga pemberi kredit ya jelas berpengaruh ke pembelian,” tutur Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata saat dihubungi akhir pekan lalu.

Seperti diketahui, pada kuartal 2009 ini tingkat suku bunga kredit berada di kisaran 15 – 16 persen. Hal itu menyusul penetapan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 7,5 persen.

“Akibatnya lembaga pembiayaan juga memperketat persyaratan mulai dari besaran uang muka yang ditingkatkan, syarat besaran penghasilan dan lain-lain. Akibatnya banyak yang tidak lolos, pengajuan kredit sebenarnya banyak,” aku Julianto Santoso, Supervisor Pemasaran Honda Motor Daan Mogot, Jakarta Barat, Senin (28/12).

Namun, kata Julianto, penjualan kembali naik mulai Juli – November lalu. Hal itu dikarenakan mulai turunnya suku bunga kredit. Bahkan, pada Agustus – September suku bunga kredit telah menurun hingga di kisaran 5 persen.

“Saat itu lembaga pembiayaan juga melunak, sehingga banyak yang lolos,” akunya tanpa bersedia menyebut angka penjualannya.

Juli berharap tahun mendatang kondisi perekonomian nasional tetap stabil dan tidak terpengaruh gonajng-ganjing ekonomi global. Sehingga penjualan pun bisa terus merangkak naik. “Karena motor itu menjadi kendaraan paling favorit, jadi potensi pasarnya besar. Tapi penjualan tahun ini tidak sebesar tahun lalu,” ujarnya.

Sebelumnya, Gunadi Sindhuwinata juga menyebut, pada 2010 diperkirakan penjualan meningkat sebesar 10 - 11 persen. Acuannya angka pertumbuhan ekonomi. Bila saat ini dipkerkirakan perekonomian nasional bakal tumbuh 5 – 5,5 persen pada 2010, maka angka penjualan sepeda motor akan tumbuh dua kali lipat dari angka pertumbuhan tersebut.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi