Usai Berlibur dengan Mobil Pribadi, Segera Cek Kaki-kaki Mobil
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 31 Desember 2009 15:20 WIB
TEMPO/Nickmatulhuda
TEMPO Interaktif, Jakarta - Anda baru pulang dari mudik atau masih berada di luar kota untuk menghabiskan liburan akhir tahun dengan menggunakan mobil pribadi? Sebaiknya Anda menetapkan rencana mengecek kaki-kaki mobil sebagai agenda kegiatan di urutan pertama setibanya di tempat tinggal.

“Kaki-kaki mobil menjadi komponen mobil yang sangat vital dan berkiatan langsung dengan keamanan berkendara. Karena kaki-kaki inilah yang menyangga beban mobil,. Inilah yang menentukan enak tidaknya suspensi mobil,” tutur Fadrizal pemilik bengkel Afdhol Motor yang terletak di Pasar Mobil Kemayoran Blok A 43, Jakarta Pusat, kepada Tempo, Kamis (31/12).

Sehingga, bila tidak dibenahi maka selain handling tidak enak, juga membahayakan. “Karena mobil akan terasa lari ke kanan atau ke kiri saat dikemudikan. Sehingga, berpotensi menimbulkan kecelakaan. Akibat lainnya, ban bagian dalam juga akan termakan (menjadi tipis di bagian sebelajh dalam),” terang pria yang akrab disapa Bang Adel ini.

Menurut Adel, untuk pembenahan kaki-kaki tersebut tidak terbatas hanya untuk jenis mobil tertentu semacam sedan atau multi purpose vehicle (MPV) saja, tetapi juga semua jenis. Bahkan mobil sport utility vehicle (SUV) yang dirancang untuk perjalanan ke luar kota dan cocok untuk melibas jalanan semi off road pun juga wajib menjalani ritual itu.

“Sedangkan kalau dilihat dari sisi umur, paling maksimal mobil usia tiga sampai dua tahun. Itu wajib, kalau masih berumur satu tahun sih masih bisa ditoleransi,” tandas Adel.

Hal serupa juga diungkapkan Encep Sulaiman, mekanik spesialis kaki-kaki di bengkel Pelangi di kawasan Senen. Menurut dia, orang selama ini hanya berpatokan pada jarak yang ditempuh untuk melakukan pengecekan kaki-kaki mobil.

“Misalnya ada yang berpatokan setelah setelah perjalanan 2.000 kilometer atau 3.000 kilometer baru wajib dicek. Padahal itu salah, jarak tempuh itu relatif yang penting adalah cara pemakaian dan trek yang dilalui,” kata pria tinggi kurus ini.

Lintasan atau trek yang banyak berlubang meski panjang jaraknya lebih pendek memiliki potensi risiko yang lebih besar terhadap kaki-kaki atau sistem suspensi mobil ketimbang jalan datar dengan jarak yang lebih panjang atau jauh. “Karena saat melintas di jalan berlubang maka kerja kaki-kaki juga ekstra keras dalam menyangga beban mobil,” terang Encep.

Beberapa piranti yang perlu dicek saat memeriksa kondisi kaki-kaki mobil adalah shockbreaker, tierod, long tierod, laker, balljoint, serta bushing arm. Semua komponen tersebut perlu diperiksa secara keseluruhan karena dalam sistem kerja kaki-kaki mobil semua komponen itu saling berkaitan.

Ihwal biaya, Adel mengaku bervariasi tergantung jenis mobil. Untuk sedan misalnya, ia mematok Rp 3,5 juta. Sementara untuk MPV mulai dari Rp 2,2 – Rp 2,5 juta. Sedangkan untuk SUV seperti Nissan X-Trail, Teranno, Opel Blazer, Captiva, Honda CRV, Toyota Rush dan lain-lain ia mematok harga Rp 5 juta.

Alasannya sistem suspensi SUV memiliki karakteristik yang khas dan berbeda dengan jenis mobil lain. “Karena ini kan kendaraan sport ya, jadi perawatan kaki-kakinya juga beda, komponen juga lebih mahal,” terang Adel.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi