Tren Transmisi Pintar
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Minggu, 24 Januari 2010 20:59 WIB
TEMPO/Dwianto Wibowo
TEMPO Interaktif, Jakarta - "Duh perasaan jalanan makin macet aja kemana-mana." Seorang teman mengeluh sesaat setelah menghempaskan pantatnya di kursi kantor, awal pekan ini. "Belum lagi ntar pas pulang malem, kena macet lagi. Pake mobil matik (transmisi otomatis) enak kali ya?" lanjutnya.

Keluhan teman saya ini barangkali hanya satu dari sekian banyak pengguna jalan di ibukota, apalagi jika mengendarai mobil bertransmisi manual (M/T). Bolak-balik harus menginjak kopling, mengganti persneling, padahal mobil hanya bisa bergerak di hitungan meter.

Tak pelak kondisi jalanan yang macet plus keinginan memiliki kendaraan yang lebih nyaman membuat permintaan mobil dengan trasmisi otomatis (A/T) melonjak. Tren transmisi pintar inilah yang diantisipasi dengan cerdik oleh duet PT. Toyota Astra Motor (TAM) dan PT. Astra Daihatsu Motor (ADM). Hanya selang sehari, keduanya melansir entry Sport Ulility Vehichle (SUV) andalan mereka; Toyota Rush G A/T dan Terios TS A/T.

"Setiap tahunnya tren permintaan mobil dengan trasnmisi otomatis terus meningkat. Tahun lalu saja sampai 24,3 persen. Tahun ini bisa saja tembus 25 persen," kata Joko Trisanyoto, Marketing Director PT TAM, saat memperkenalkan Rush, Rabu (20/1) kemarin.

Lho, bukannya kedua model ini sudah ada transmisi matiknya? Memang, tapi dua model baru ini adalah varian termurah. Toyota misalnya punya model S yang lebih tinggi sedangkan Daihatsu punya model TX.

Jika dibandingkan dengan versi manualnya tak ada perbedaan baik sisi tampilan dan fitur-fitur dasarnya. Demikian juga dengan mesin. Rush dan Terios sama-sama menggunakan mesin tipe 3SZ-VE berkapasitas 1.495 cc yang ditambahi DOHC dan VVT-i. Jadinya, tak ada perubahan dari sisi tenaga yakni 109 PS di 6.000 rpm dan torsi 14.5 kgm pada 4.400 rpm.

Yang berbeda, ya itu tadi, penggunaan transmisinya. Soal harga Rush G versi A/T ini dibanderol Rp 198,2 (lebih tinggi Rp 10 juta dari versi manual).

Perubahan lebih banyak dilakukan Daihatsu pada Terios. Andalan Daihatsu itu kini makin gaya dengan tuas transmisi gate type yang juga disematkan pada Rush.

"Kita menambahkan banyak fitur seperti indicator gear position, footrest, AC single blower, sidestep, dan GPS. Pokoknya makin keren," kata Toto Suryana, Chief Operating Officer PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (DSO).

Tak salah jika kemudian Terios juga mengalami kenaikan harga. Dibandingkan versi manualnya, Terios TS A/T dijual Rp 166,6 juta (lebih tinggi Rp 17,5 juta).

Rentang harga Rush memang lebih tinggi dibandingkan Terios. Hal itu karena beberapa spesifikasi Rush yang lebih lengkap dibandingkan Terios. Rush dipasangi ABS, EBD, dua airbag, dan setir berlapiskan kulit. Perbedaan ini dikarenakan pasar yang dibidik serta "bagi-bagi kue" antara kedua ATPM ini.

Yang pasti, baik Toyota maupun Daihatsu, tahu betul permintaan pasar. Kini Anda tinggal pilih, Rush atau Terios.

ARIF ARIANTO | RAJU FEBRIAN

#Otomotif
#Toyota Astra Motor

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi