Presiden Toyota Minta Maaf
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 5 Februari 2010 22:17 WIB
Mobil Toyoto Prius disebuah dealer di Seattle, Jumat (5/2). Toyota akan menarik 270.000 unit Prius hybrid karena masalah rem di Amerika Serikat dan Jepang. AP Photo/Elaine Thompson

TEMPO Interaktif, Tokyo – Dengan membungkukkan badan, Presiden Toyota meminta maaf, Jumat (5/2) ini. Penarikan mobil Toyota secara besar-besaran di berbagai negara telah merusak reputasi mobil Jepang ini dan bisa menggeser penjualan.

 

priusAkio Toyoda, yang ditunjuk untuk jabatan tertinggi di Toyota Motor Corp bulan Juni lalu, mengatakan bahwa perusahaan juga memutuskan untuk mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki masalah rem di Mobil Prius yang populer dengan mobil hibrida, dengan bahan bakar bensin-listrik.

Berbicara pada jumpa pers, Toyoda dengan tergesa-gesa mengumumkan bahwa pihaknya berjanji untuk meningkatkan kontrol kualitas. Dia mengatakan, perusahaan telah menyiapkan sebuah komite khusus yang akan dia kepala sendiri. Komite ini akan meninjau pemeriksaan internal, mendengar keluhan konsumen dan para ahli dari luar yang didatangkan dengan membawa solusi untuk masalah kualitas.

Toyoda, cucu dari pendiri pembuat mobil ini mengatakan, perusahaan itu bergerak dengan cepat mengingat secara global ada 4,5 juta kendaraan yang ditarik karena masalah pedal gas, yang setengahnya ada di Amerika Serikat. Dealer berusaha untuk membuat perbaikan pada pedal gas, yang memerlukan bagian baja baru untuk memecahkan masalahnya.

Untuk masalah Prius, Toyota akan sepenuhnya bekerja sama dengan tim penyelidik pemerintah federal Amerika. Ada hampir 200 keluhan di Jepang dan Amerika Serikat, dimana pengemudi mengalami masalah dengan rem - yang dapat diperbaiki dengan perubahan pemrograman perangkat lunak.

Toyota membuat kesalahan pemrograman di model Prius yang mulai dijual sejak bulan lalu. Mobil Prius dijual 270.000 unit, tahun lalu, di Jepang dan Amerika. Kemudian muncul generasi ketiga Prius yang mulai dijual bulan Mei tahun lalu.

AP| NUR HARYANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi