Hyundai H-1 Lokal Dipasarkan Besok, Harga Lebih Murah Rp 28 Juta  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 11 Februari 2010 15:22 WIB
PT Hyundai Mobil Indonesia akan mulai memproduksi MVP H-1 versi CKD akhir tahun ini. (Raju Febrian/TEMPO)
TEMPO Interaktif, Jakarta - Bila tak ada aral melintang, Jumat (12/2) besok, PT Hyundai Motor Indonesia (PT HMI) resmi meluncurkan sekaligus memasarkan varian Multi Purpose Vehicle (MPV) premium di trah Hyundai, yaitu Hyundai H-1 hasil rakitan dalam negeri. Meski dibanderol lebih murah sekitar Rp 25 – Rp 28 juta dari versi impor utuh (completely built up), versi rakitan lokal ini tak mengalami penurunan spesifikasi dibanding versi impornya.

“Saya jamin tidak ada penurunan spesifikasi baik pada mesin, fitur pendukung, maupun desainnya. Soal harga yang turun tentu saja karena bea masuknya yang turun drastis,” papar Jongkie D. Sugiarto, Presiden Direktur PT HMI, saat dihubungi Tempo di Jakarta, Kamis (11/2).

Dia mengatakan bila saat berwujud mobil utuh, bea masuk produk itu mencapai 45 persen. Sementara, saat diimpor dalam wujud terurai berupa komponen, bea masuknya hanya 5 persen. “Sehingga selisih 40 persennya itulah yang bisa kami gunakan untuk memberikan harga yang kompetitif kepada konsumen,” tandas Jongkie.

Bahkan, dengan selisih bea masuk yang besar itu pula, PT HMI bisa memberikan tambahan waktu garansi perawatan mesin kepada pembeli H-1. Sebelumnya, garansi mesin pada Hyundai H-1 versi impor hanya diberikan tiga tahun.

“Sekarang kami berikan sampai lima tahun. Terlebih ini dirakit oleh putra-putri Indonesia. Saya kira ini yang sangat membanggakan. Karena tidak saja menjadi bukti kemampuan bangsa dalam teknologi otomotif tetapi juga memberikan jaminan perawatan maupun pembuatan sebagain suku cadang,” papar Jongkie.

Jongkie menambahkan seiring dengan perakitan di dalam negeri itu kandungan lokal juga akan terus ditingkatkan. Bila saat ini masih 20 persen, ia berharap dalam tiga hingga empat tahun sudah 40 persen. Dengan demikian harganya akan lebih murah lagi.

Hyundai H-1 masih menggunakan mesin 2.400 cc DOHC, 16 katup. MPV ini tetap ditawarkan dalam dua pilihan transmisi yaitu manual dengan lima percepatan baik untuk tipe tujuh maupun sembilan tempat duduk. Pilihan kedua transmisi otomotis empat percepatan baik untuk tipe sembilan maupun dua belas tempat duduk.

Sementara pengamat otomotif Erwin Subarkah berpendapat saat ini merek Hyundai di dunia khususnya di Amerika Serikat dan Eropa memiliki tempat di hati masyarakat. Bahkan, pusat desain dan pengembangan Hyundai di Eropa sangat disegani.

“Kalau pun saat ini brand Hyundai masih belum sekuat brand produk Jepang atau sebagian produk Eropa di masyarakat kita, itu lebih dikarenakan intensitas komunikasi produk dan jaringan layanan purna jual saja,” tutur Erwin saat dihubungi Tempo, di Jakarta, Kamis (11/2).

Ihwal teknologi mesin maupun fitur pendukung baik kenyamanan maupun keamanan dibanding produk Jepang atau Eropa, Hyundai tak kalah. Bahkan, teknologi terbaru Hyundai yaitu Theta II GDI saat ini sangat disegani di kawasan Eropa dan Amerika. “Bahkan tak kalah dengan teknologinya VW, Volvo, dan BMW yang baru. Dan kelebihan lain, Hyundai memberikan harga lebih murah,” terang dia.

Sekadar pembanding MPV merek lain seperti Toyota Alphard 2.4, Nissan Elgrand 3.5, dan Honda Elysion 2.4 dibanderol diatas Rp. 500 juta. Bahkan VW Transporter dibanderol Rp. 529 juta dan Rp. 649 juta. Sedangkan Hyundai H-1, dibanderol mulai dari Rp Rp 340 juta hingga Rp 394 juta.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi