Pengemudi Mengeluh Perbaikan Toyota Tidak Manjur
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 4 Maret 2010 07:59 WIB
Dua Toyota RAV4 setelah diperbaiki di pusat layanan di Beijing Senin (1/3). Presiden Toyota Akio Toyoda mengunjungi China untuk bicara tentang masalah mutu perusahaan dan pertumbuhan pasar Cina dalam penjualan global. AP Photo/Vincent Thian

TEMPO Interaktif, Detroit - Sedikitnya 15 pengemudi Toyota telah mengeluh kepada pejabat keamanan Amerika bahwa mobil mereka melaju sendiri bahkan setelah diperbaiki melalui penarikan.

Perkembangan itu menimbulkan pertanyaan apakah perbaikan Toyota akan mengakhiri kasus akselerasi liar, tak terkendali atau jika kemungkinan penyebabnya masalah elektronik.

Walaupun tuduhan-tuduhan itu belum diverifikasi oleh lembaga itu, Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional(NHTSA) menyatakan pada hari Rabu telah menghubungi orang-orang yang mengeluhkan masalah akselerasi setelah dua penarikan. Badan itu ingin mendengar dari orang lain yang memiliki masalah serupa, katanya.

"Jika pemilik Toyota masih mengalami masalah akselerasi setelah membawa mobil mereka ke dealer, kita ingin tahu tentang itu," kata agen Badan Keselamatan David Strickland.

Keluhan baru itu mengejutkan Kongres yang telah tiga kali menyelenggarakan dengar pendapat soal penarikan itu minggu lalu dan menyelidiki masalah keselamatan Toyota.

"Saya sangat khawatir bahwa NHTSA telah menerima laporan akselerasi tiba-tiba ini bahkan setelah mobil-mobil ini menerima perbaikan yang direkomendasi Toyota," kata anggota Kongres Bruce Braley, yang menjadi anggota komite penyelidikan Toyota.

"Sangat penting bahwa kita masuk ke dasar masalah ini secepat mungkin."

Juru bicara Toyota Brian Lyons hari Rabu mengatakan perusahaan itu menyelidiki keluhan-keluhan itu, walaupun tetap yakin akan penarikan itu. "Tim insinyur sedang dimobilisasi untuk memeriksa pengaduan itu," katanya.

Toyota telah menarik lebih dari 8 juta kendaraan di seluruh dunia sejak Oktober untuk memperbaiki masalah akselerasi itu.

AP | EZ

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi