New Honda CR-V: SUV yang Makin Dewasa  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 29 Maret 2010 01:39 WIB
New Honda CR-V (Raju Febrian/TEMPO)
TEMPO Interaktif, Jakarta - Laksa udang campur tahu, ketupat mie sayur, pecel, sembari menyeruput teh manis. Ah... sebuah makan siang yang pas sembari memandang Gunung Merbabu, Andong dan Merapi di kejauhan. Siang itu, dua pekan lalu, saya menikmati betul menu di Losari Coffe Plantation, Magelang. Makan siang sebelum saya mencoba menyetir New Honda CR-V.

PT Honda Prospect Motor (HPM) mengajak sekitar 30 wartawan dari 24 media merasakan langsung Sport Utiulity Vehicle (SUV) terbaru dari Honda itu. Acara dua hari yang di beri tajuk "The Urban Nature Test Drive", saya mendapat kesempatan mencoba New CR-V 2,4 liter dan transmisi otomatis dengan rute Semarang-Ambarawa-Magelang-Borobudur-Amanjiwo-Yogyakarta.

Menuju Losari, dari Semarang, saya memilih jadi penumpang di depan. Satu rekan lagi dari Bisnis Indonesia juga langsung ngeloyor ke bangku belakang. Alhasil, Si Abang, wartawan senior dari Kompas.com, yang mendapat jatah menyupir pertama.

Bahan interior terasa lebih berkelas daripada sebelumnya. Tata letak alat pengukur kontrol sangat baik, walaupun kecil, penunjuk bahan bakar dan temperatur tak sulit untuk dibaca. Oh ya... warna hitam yang sebelumnya kini diganti warna biru sehingga lebih adem di mata.

Kenyamanan bangku depan kini bertambah karena lebih lebar dibandingkan model terdahulu. Tambahan lain arm rest seperti yang juga digunakan di Honda Freed. Untuk bangku baris kedua juga dilengkapi sandaran tangan dengan menurunkan sandaran bagian tengah.

Kapasitas bagasi juga oke. CR-V membuatnya seperti rak dua tingkat (Double Deck Cargo), bagian atasnya ini disebutkan bisa menahan beban sampai 20 pound. Jika kurang, bangku belakang bisa dilipat sehingga menghasilkan kapasitas maksimal sampai 955 liter.

Hiburan? Nah, ini salah satu bagian penting terutama saat Anda melakukan perjalanan jauh. CR-V baru kini menggunakan head unit baru 2DIN dengan layar sentuh (touch screen). Anda bisa menyambungkannya dengan iPod melalui interface USB dan bluetooth.

Sistem entertainment CR-V baru ini memang oke. Ketika di perjalanan, rekan dari Bisnis Indonesia sempat memutar DVD, tampilan video maupun audionya DTS-nya, dua tingkat lebih baik dari sebelumnya. Sayang, saat rekan dari Kompas.com mencoba menyambungkan iPod Touch, head unit Kenwood itu belum bekerja maksimal membaca deretan lagu yang ada.

Bagaimana rasanya mengemudi? Nah, saya mendapat giliran kedua dari Losari menuju Amanjiwo Luxury Resort. Bangku pengemudi kini dilengkapi 8 way power seat adjustment secara elektrik. Jadi bangku bisa maju, mundur, naik, turun, miring, pokoknya benar-benar bisa membuat saya 'melekat enak' dengan kursi.

Di bawah bonet memang tidak ada perubahan. CR-V tetap mengandalkan mesin 2.4 liter DOHC i-VTEC empat silinder dengan kekuatan maksimum 170 dk pada 5800 pm dan torsi 22,2 kgm pada 4.200 rpm. Mesin ini dilengkapi teknologi Drive by Wires, transmisi otomatis 5 percepatan, serta Grade Logic Control.

Satu model lainnya, 2.0L menggunakan transmisi manual enam percepatan. Hmmm... mudah-mudahan saya punya kesempatan menjajal varian yang ini.

Sepanjang perjalanan transmisi saya panteng di posisi 'D' karena tenaga yang dihasilkan CR-V cukup untuk melahap jalanan berbelok, tanjakan, maupun lurus menuju Amanjiwo. Seperti kebanyakan SUV medium, tenaga CR-V terasa sedikit lambat di putaran mesin bawah. Tapi begitu memasuki putaran mesin di angka 3.000, semua dibayar dengan tarikan kuat yang seolah tak ada putusnya.

Perpindahan antar gigi sangat halus. Satu yang kurang, kondisi lalu lintas yang cukup padat plus karena kami melakukan konvoi, saya harus menahan diri menjaga kecepatan kendaraan. Padahal, kaki sudah terasa gatal merasakan besarnya tenaga yang dikeluarkan.

Bobot plus tenaga ini diimbangi Honda dengan performa rem yang membuat saya cukup pede melakukan manuver. Apalagi dengan dukungan handling setirnya yang akurat. Suspensi yang katanya baru tidak terlalu empuk tapi saat menikung dalam kecepatan lumayan tinggi, tak ada efek limbung.

Mendekati Amanjiwo, kami harus melaju di jalanan kota. Mobil dengan ukuran panjang 4.566 mm dan lebar 1.820 mm ini sama sekali tak sulit diajak bermanuver. Meski tingginya 'cuma' 1.680 mm, tapi settingan tempat duduk bisa membuat saya terlihat tinggi sehingga sudut pandang ke depan menjadi leluasa.

Menghadapi jalanan kota yang kerap berhenti. Sama sekali tak ada rasa kagok. Pengendalian tubuh CR-V lewat setir tiga palangnya benar-benar mudah. Pokoknya nyaman, hal yang sangat penting dalam berkendara. Jika Anda nyaman, Anda bakal siap menghadapi perpindahan jalur, mengantisipasi mobil lain yang menyalip, atau pengereman mendadak karena sepeda motor atau penyeberang jalan.

Jonfis Fandy, Marketing and After Sales Service PT Honda Prospect Motor mengatakan CR-V kini punya teknologi baru yaitu Vehicle Stability Control (VSA). Fungsinya untuk membantu pengendara saat komputer mendeteksi mobil bakal selip atau melintir. Memang kami sempat dihantam hujan cukup deras. Untungnya, saya tak perlu merasakan VSA itu bekerja meski jalanan terasa agak licin. "Jangan sampe deh," pikir saya.

Ketika sampai di Amanjiwo, saya mencoba memperhatikan tampilan luar CR-V. Rasanya tidak tepat juga menyebut gubahan pada CR-V ini sebagai minor change. Pasalnya perbaikan dilakukan Honda hampir di semua sisi.

Di bagian depan, Honda memasang front hood baru, front radiator grille dengan desain sarang lebah baru (honey comb). Grill horizontal ini dilengkapi dengan chrome. Sepintas kalau dilihat mirip-mirip gaya grille pada Honda Insight Hybrid dan Honda City.

Bumper depan dan belakang juga mendapat desain baru, meski tak terlalu kentara. Bagian pantat yang membulat menjadi tampilan CR-V manis. Lampu kabut (foglamp) dan reflektor juga lebih oke, plus desain velg alloy wheels 17 inchi baru bagi dua variannya.

Honda punya alasan kuat. Ketika memulai debutnya pertama kali tahun 1996, misi Honda cukup sederhana: menawarkan sebuah SUV alternatif. SUV yang cantik, dengan pengendalian dan kenyamanan ala sedan.

Misi ini meraih sukses luar biasa. Di jajaran Compact SUV, CR-V adalah rajanya. Sepanjang tahun 2009 lalu mereka menguasai 34% pasar di kelas ini dengan angka penjualan mencapai 10.110 unit--satu-satunya SUV yang sanggup melewati angka dua digit.

Padahal di segmen ini CR-V mendapat banyak pesaing. Sebut saja Nissan X-Trail (7 varian), Chevrolet Captiva (3 varian), Suzuki Grand Vitara (5 varian), Mazda CX-7 (2 varian), dan Ford Escape.

Rasanya, dengan harga baru Rp 386 juta untuk tipe 2.4 liter dan Rp 357 juta tipe 2.0 AT serta Rp 346 juta tipe 2.0L MT, Honda tak perlu khawatir.

Gubahan di beberapa bagian membuat tampilan CR-V makin manis, segar, tanpa melupakan karakternya sebagai SUV. Interior nyaman dan lengkap ditunjang dengan performa dan handling cakap. Tapi, Honda harus tetap ingat, cara untuk tetap di depan adalah melakukan pengembangan dan perbaikan terus menerus.

RAJU FEBRIAN

#Otomotif
#PT Honda Prospect Motor

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi