BMW 760Li: Serba 'Wah'!  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Minggu, 4 April 2010 09:46 WIB
Ramesh Divyanathan, Presiden Direktur PT BMW Indonesia dan Peter Medalla, Vice President Sales & Marketing PT BMW Indonesia. (Raju Febrian/TEMPO)

TEMPO Interaktif, Jakarta - "Bagaimana, Bro?" Roberto Sumabrata senyum-senyum melihat saya yang tengah serius memperhatikan kabin BMW 760Li, yang dipajang di Studio BMW, Plaza Indonesia, pekan lalu. Saya yakin, mantan wartawan yang kini menjadi Corporate Communication BMW Indonesia itu tahu betul bahwa saya kagum akan produk terbaru yang dilansir BMW Indonesia tersebut.

Bukan apa-apa, ini adalah BMW 760Li, kasta tertinggi dari Seri 7 generasi kelima milik BMW. Sebelumnya, BMW Indonesia melansir tiga adiknya: 730Li Executive dan Business, 740Li, serta 750Li. Sebagai kakak tertua, jelas banyak kelebihan yang ditawarkan oleh mobil ini. Salah satunya?

"Kebayang enggak, gimana larinya ini mobil. Tenaganya saja 544 bhp dengan torsi 750 Nm," tutur Roberto. Wah, saya benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya mengemudikan mobil yang diklaim bisa melesat 0-100 kilometer per jam hanya dalam waktu 4,6 detik itu.

Mesinnya yang luar biasa memang menjadi kebanggaan BMW. Inilah Seri 7 yang menggunakan mesin 12 silinder. Model 750Li memakai mesin 8 silinder, sedangkan 740Li dan 730Li dipasangi mesin 6 silinder.

Mesin 12 silinder yang keseluruhannya terbuat dari aluminium, berteknologi Twin Power Turbo dan High Precision Injection, serta menggunakan pengaturan buka-tutup katup dengan camshaft Double VANOS. Dalam brosurnya disebutkan mobil ini mampu menyemburkan tenaga maksimal sampai 544 bhp dari kapasitas mesin 5.972 cc. Torsi puncaknya mencapai 750 Nm sejak putaran mesin serendah 1.750 rpm. Wah!

Menghadapi kedahsyatan tenaga mesinnya, BMW mengimbangi dengan penggunaan transmisi baru delapan kecepatan. Berbagai fitur juga disematkan, seperti Dynamic Damping Control dan Dynamic Drive Control, yang dapat menyesuaikan karakter pengemudi berdasarkan pilihan Sport+, Sport, Normal, dan Comfort.

Bagian suspensi juga akan secara otomatis menyesuaikan tingkat kerataan permukaan jalan (self-leveling suspension) dan Lane Departure Warning. Dynamic Drive dan Integral Active Steering mampu menyesuaikan sudut kemudi pada roda belakang sesuai dengan tingkat kecepatan.

Oh ya, satu lagi, model ini dilengkapi dengan fitur BMW Night Vision, Park Distance Control di bagian depan dan belakang, serta kamera untuk melihat bagian samping dan belakang.

Siapa yang mau beli? "Mereka yang ingin menunjukkan jati dirinya," demikian klaim Ramesh Divyanathan, Presiden Direktur PT BWM Indonesia. "Tampilan yang elegan, performa dahsyat, dan juga kenyamanan kabin penumpang menjadi pilihan bagi sosok penting."

Ramesh memang tidak salah. Saat mobil ini diperkenalkan, Helena Abidin, Corporate Communication Director PT BMW Indonesia, mengatakan sudah ada dua orang yang memesan mobil yang dibanderol Rp 3,339 miliar ini.

Tapi saya yakin seyakin-yakinnya, dengan Rp 3 miliar yang harus dikeluarkan, si pembeli pasti bukanlah orang yang bakal membawa mobil ini untuk ngebut-ngebutan di jalan. Enggak bakal mungkin.

Soal penampilan, saya juga yakin tak akan terlalu dipermasalahkan. BMW menyebutkan, cat yang digunakan untuk 760Li ini adalah metallic paintwork dengan individual high gloss shadow line. Tampilannya makin keren dengan velg 20 inci. Ya, pantaslah, 3 M gitu loh.

Nah, satu yang saya yakin, si pemilik mementingkan kenyamanan duduk di bangku belakang. Saya pun mencoba masuk dan duduk di jok belakang. Wah, lagi-lagi kata itu meluncur dari mulut saya.

Comfort Seat dilengkapi fitur memori, Active Seat dengan ventilasi dan pemanas menjadi fasilitas di semua kursi. Kursi belakang juga sudah dilengkapi dengan fungsi pijat dan cool box, yang tersembunyi di bagian tengah.

BMW 760Li juga memiliki sistem entertainment terbaik di kelasnya. Sistem Hi-Fi yang terpasang dilengkapi 16 loudspeaker dengan amplifier berkekuatan 600 watt, koneksi USB, TV digital dan analog, serta DVD changer dan kapasitas memori 12 GB.

Di kursi belakang, penumpang bisa menyaksikan semua hiburan lewat dua layar monitor lebar ukuran 9,2 inci yang dipasang pada headrest jok depan. Layar ini bisa dioperasikan terpisah lewat kontrol iDrive, yang terdapat pada konsol bagian tengah.

Hmmm.... Saya ngerasa seperti duduk di kursi pesawat kelas bisnis, menikmati hiburan lengkap, sembari menjamu rekan bisnis dengan sebotol wine. Wah....RAJU FEBRIAN

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi