Mobil Baru Dimodifikasi? Awas Garansi Hangus
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Selasa, 13 April 2010 17:54 WIB
Dok: www.carmodificatin.blogspot.com

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ini peringatan yang musti diingat oleh Anda pembeli mobil completly built up (CBU) alias mobil yang diimpor secara utuh baik oleh importir umum maupun Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), 'jangan sembarang melakukan modifikasi' bila tak ingin kehilangan jaminan. Meski modifikasi itu hanya berupa perubahan kecil.

Bila Anda nekad, kemudian mobil yang Anda beli rusak maka importir tak memiliki kewajiban lagi untuk memperbaikinya.

"Modifikasi boleh saja, tetapi ada batasnya. Bila melebihi batas otomotis jaminan atau warranty itu gugur," kata Tommy R Dwiananda, Ketua Asosiasi Importir Kendaraan Bermotor Indonesia (AIKI) di sela diskusi dalam diskusi 'Jaminan Produsen Pada Konsumen Terhadap Produknya' di Jakarta, Selasa (13/4).

Tommy menyebut, sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika nomor 008/IATT/PER/10/2006 tentang Ketentuan Jaminan Mutu dan Layanan Purna Jual Kendaraan Bermotor Impor, importir wajib menyertakan jaminan atas mobil yang diimpor.

"Jaminan purna jual atas kendaraan CBU yang disertakan pada pengajuan permohonan Tanda Pendaftaran Tipe untuk keperluan impor itu disebut Pre Warranty Certificate. Ini berlaku selama dua tahun atau 50 ribu kilometer," terang dia.

Adapun jaminan dan suku cadang yang diberikan bengkel penjamin terhadap mobil yang diimpor oleh importir umum ada tujuh bagian. Pertama, bagian mesin dengan bahan bakar bensin atau disel. Kedua, bagian transmisi. Ketiga, bagian steering.

Seterusnya bagian pengereman, kelistrikan, pemanas dan Air Conditioner diantaranya evaporator, kondensor, kompressor dan lain-lain. Sementara bagian ketujuh yang dijamin adalah, pendingin dan bahan bakar seperyi radiator, tangki dan pelampung bahan bakar dan lain-lain.

Lantas seperti apa batasan modifikasi yang melampaui batasan importir itu? Tommy menyebut penggunaan komponen yang melebihi ukuran komponen standar bawaan pabrik. "Misalnya velg. Bila velg standarnya 18 inci kemudian diganti menjadi 20 inci, maka bila terjadi kerusakkan di bagian kaki-kaki mobil, jaminan yang kami tanggung juga gugur. Karena itu telah menyalahi rekomendasi penggunaan komponen," sebutnya.

Ketentuan semacam ini juga berlaku untuk mobil CBU yang dipasarkan ATPM. Hal itu ditegaskan, Teddy Irawan Direktur Pemasaran PT Nissan Motor Indonesia. Menurut Teddy, sangat wajar bila penjual hanya memiliki tanggung jawab atas produk yang mereka jual kepada konsumen.

"Pengertian itu menyeluruh, bila yang dijual mobil maka yang dimaksud juga bagian-bagian mobil yang terkecil sekalipun. Kalau ternyata sudah ditambahi dengan komponen bukan bawaan pabrik, nah apakah itu termasuk bagian yang kami jual?. Sehingga modifikasi itu ada batasnya," tandas Teddy.

ARIF ARIANTO

#Info Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi