Honda Gelar Lomba Berkendara dengan Aman untuk Pelajar  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 22 April 2010 16:00 WIB
TEMPO/Amston Probel
TEMPO Interaktif, Jakarta - Komitmen PT Astra Honda Motor (PT AHM) untuk membangun budaya tertib lalu lintas di kalangan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai media. Salah satunya adalah dengan menggelar kompetisi cara berkendara yang aman dan benar (safety riding) untuk para pelajar sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA).

“Dengan menggelar kompetisi di kalangan siswa sekolah itu diharapkan mereka bisa menularkan kebiasaan tertib lalu lintas melalui berkendara yang aman dan benar kepada teman-teman lainnya,” papar Johannes Loman, Wakil Presiden Direktur PT AHM, di Jakarta, Kamis (22/4).

Menurut dia, saat ini kelompok usia muda jumlahnya mendominasi total populasi yang ada di Indonesia. Selain itu, kelompok usaia muda itu juga merupakan pengguna kendaraan bermotor terbanyak, khususnya sepeda motor.

Dengan demikian, lanjut Johannes, dengan memberikan pemahaman serta menggelar keterampilan mereka dalam berkendara diharapkan akan muncul agen pembangunan budaya tertib lalu lintas di masyarakat.

Terlebih di tengah perkembangan masyarakt yang dinamis saat ini, pertumbuhan penjualan sepeda motor juga terus meningkat. “Sepeda motor telah menjadi alat transportasi utama. Karena itu, sebagai produsen kami memiliki tanggung jawab untuk membangun perilaku berkendara yang tertib dan aman,” aku Johannes.

Rencana kompetisi itu digelar mulai April hingga Juni 2010. Lomba tersebut melibatkan siswa SLTA di 200 sekolah yang tersebar di Sumatera Utara, Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tangah, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Jawa Timur serta Bali.

Salah satu dari rangkaian lomba yang ada di Jakarta digelar di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (22/4). Berberapa hal yang dinilai dalam kompetisi itu antara lain jumlah dan jenis pelanggaran yang dilakukan di area sekolah.

Kemudian ketersediaan infrastruktur seperti zebra-cross, rambu, dan penyampaian informasi safety riding kepada siswa. Aspek lainnya, pengetahuan terhadap Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya, keberadaan media informasi, patroli keamanan sekolah, serta intensitas safety riding.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi