Undang-undang Lalu Lintas Baru Dinilai Tak Efektif
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 12 Mei 2010 11:37 WIB
TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO Interaktif, Jakarta - Undang Undang Nomor 22/2009 yang mulai diberlakukan secara efektif awal tahun ini, dinilai kalangan penggiat keselamatan jalan raya tidak efektif dan berpotensi gagal diterapkan. Selama ini, penerapan beleid anyar itu dinilai tidak konsisten di lain sambutan masyarakat juga minim.

“Faktor penyebab kegagalan di antaranya adalah ketidakkonsistenan petugas keamanan di jalan untuk menegakkan aturan,” tutur Rio Octaviano, ketua Road Safety Association (RSA), di Jakarta, Rabu (12/5).

Rio mencontohkan, tidak konsistennya penegak hukum atas peraturan kewajiban menyalakan lampu utama oleh para pengendara sepeda motor atau larangan untuk tidak boleh menggunakan bahu jalan untuk mendahului.

Faktor lain adalah masih rendahnya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di jalan. “Masih banyak mentalitas mencari jalan pintas sehingga lihat saja ada yang menerabas lampu merah atau sepeda motor melintas di trotoar, hanya demi mengejar waktu,” tandas dia.

Organisasi ini memberi masukan agar pemerintah segera menerbitkan aturan pelaksanaan Undang-undang serta melakukan sosialisasi secara intensif dan dibarengi sanksi tegas.

Selain itu, pemerintah juga harus melibatkan berbagai komponen masyarakat pengguna jalan untuk merumuskan aturan pelaksanaan itu. “Tanpa melibatkan suara pengguna jalan aturan yang dibuat pemerintah bakal tidak efektif. Dan berpotensi menimbulkan benturan antar sesame pengguna jalan atau dengan aparat penegak hukum di jalan,” imbuh Rio .

Sementara itu, Edo Rusyanto, Ketua Divisi Penelitian dan Pengembangan RSA menyebut, salah satu bukti belum efektifnya Undang-undang lalu lintas adalah masih tingginya angka pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan di jalan.

”Hingga saat ini, setidaknya sudah lebih dari 218 ribu korban jiwa dan ratusan ribu lainnya korban luka ringan dan luka berat,” ujar Edo .

ARIF ARIANTO

#Info Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi