Buntut Krisis Politik, Toyota Tutup Pabrik di Thailand
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 14 Mei 2010 23:36 WIB
Toyota terpaksa menutup pabriknya karena kondisi keamanan di Thailand. (www.autoevolution.com)

TEMPO Interaktif, Bangkok - Ontran-ontran politik di Thailand yang hingga detik ini masih terus berlangsung membawa korban bagi industri otomotif. Salah satunya adalah Toyota Motor.

Seperti diwartakan Reuters, Jumat (14/5), salah satu dari empat pabrik Toyota akan ditutup pada akhir bulan ini. Tak pelak, ekspor pabrikan asal Jepang – divisi Thailand – juga ikut anjlok.

Pabrik yang akan ditutup itu berada di Samrong. Pabrik ini memproduksi Sport Utility Vehicle (SUV) Toyota Fortuner dan Multi Purpose Vehicle (MPV) Vigo. Pusat perakitan itu mulai beroperasi 1998.

Juru bicara Toyota seperti dikutip Reuters mengatakan, proses produksi kedua model itu rencananya akan dipindah ke dua pabrik lainnya yang masih beroperasi yang selama ini juga memproduksi Fortuner dan Vigo.

Sementara Business Week, seperti dikutip autoevolution.com, menyebut, penjualan Toyota di Negeri Gajah Putih itu sepanjang empat bulan terakhir meningkat 43 persen, menjadi 92 ribu unit. Namun, produk tersebut untuk tujuan ekspor.

Permasalahan yang dihadapi Toyota di kawasan muncul, saat pabrikan ini memutuskan untuk menghentikan pembangunan pabrik baru di Thailand dan Rusia, Januari 2009 lalu.

Data yang disodorkan Autonews menyebut, pabrik di Thailand bisa memproduksi 150 ribu unit model bermesin disel saban tahunnya. Bahkan di 2010 ini, kapasitas produksi itu ditargetkan bisa meningkat dua kali lipat lebih, yaitu 350 ribu unit.

Dan yang lebih penting, pabrik itu juga menciptakan 700 pekerjaan baru.

Akhir 2009 lalu, tersiar kabar, Toyota akan menutup pabrik mesin Altona, Australia dan memindahkannya ke Thailand. Yukitoshi Funo, Executive Vice President Toyota, kepada media mengatakan Toyota harus memboyong pabriknya ke Thailand untuk memperbesar peluang ekspor.

ARIF ARIANTO

#Info Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi