Toyota Akhirnya Bayar Denda Rp 149 Miliar
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 19 Mei 2010 21:35 WIB
Sebuah dealer Toyota di Kamp-Lintfort, Jerman Barat, Jumat (29/1). Toyota akan segera menarik 2,3 juta kendaraan di Amerika Serikat untuk memperbaiki pedal akselerator. AP Photo/Frank Augstein

TEMPO Interaktif, Jakarta - Toyota Motor Corporation (TMC) akhirnya membayar denda sebesar US$16,4 juta atau sekitar Rp 149 miliar kepada pemerintah Amerika Serikat. Denda tersebut merupakan sanksi atas tindakan lambat dari pabrikan tersebut dalam menarik produknya yang mengalami masalah pada pedal gas.

Pembayaran denda itu dilakukan dua hari sebelum Kongres Amerika Serikat melakukan penyelidikan atas penarikan produk Toyota. Pada saat itu juga, Kepala Penjualan Toyota, Jim Lentz, dijadwalkan memberi penjelasan atas penarikan produk tersebut.

Juru bicara Departemen Keuangan Amerika Serikat seperti dikutip Reuters, Rabu (19/5) mengatakan, denda tersebut akan masuk ke dana umum Departemen Keuangan negara itu.

Toyota menegaskan meski telah membayar denda, namun tidak mengakui kesalahan apapun tentang keterlambatan menarik kembali produknya seperti hasil penyelidikan Lembaga Nasional Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat (NTHSA).

Seperti diketahui, April lalu TMC menyatakan akan membayar denda yang ditetapkan oleh Departemen Perhubungan Amerika Serikat menyusul ketidakberesan pedal gas dan mengakibatkan lebih dari 50 kematian.

Sebelumnya, seperti dikutip Associated Press, Senin (5/4), Menteri Transportasi Ray LaHood menandaskan, keputusan itu merupakan tanggapan pemerintah Negeri Paman Sam itu terhadap keluhan para konsumen Toyota. Konsumen mengatakan, sebut LaHood, cacat produk membahayakan keselamatan.

Sementara, menurut hukum di Amerika Serikat, produsen mobil harus melapor ke regulator negara itu dalam jangka lima hari sejak ditemukan adanya permasalahan di mobil. Sedangkan menurut dakwaan, Toyota secara sengaja menyembunyikan masalah masalah tersebut selama empat bulan.

Toyota telah menarik 6 juta unit mobil di Amerika Serikat, dan lebih dari 8 juta unit di seluruh dunia, karena masalah pedal gas dan sistem pengereman.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi