Achilles R1, Ban Slick Anyar Besutan Multistrada
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 21 Mei 2010 14:52 WIB
new.multistrada.co.id
TEMPO Interaktif,Jakarta:Selama ini, para pembalap atau pehobi balap kerap menghadapi kendala untuk mendapatkan ban khusus balap atau ban Slick. Memang, di pasaran telah ada ban tipe itu. Namun, tak jarang ban tersebut masih kurang sesuai dengan kondisi lintasan atau track sirkuit Indonesia yang memiliki iklim tropis.

Berangkat dari itulah, selaku produsen ban nasional, PT Multistrada Arah Sarana, Tbk. (MASA) memproduksi ban Slick Achilles R1. “Salah satu keunggulan dari ban Slick yang kami produksi, tentu saja kami sangat memahami kondisi atau karakter lintasan atau jalanan di Indonesia . Sehingga produk itu sangat sesuai dengan kondisi Indonesia ,” tuturMohamad Zein Saleh, Kepala Hubungan Masyarakat PT MASA kepada Tempo, di Jakarta, Jumat (21/5).

Ban anyar itu mulai dipasarkan akhir bulan April lalu. Zein mengaku ceruk pasar ban tersebut terbilang kecil di dalam negeri. Namun di pasar internasional cukup menjanjikan. “Selain itu, sebagai produsen ban kami harus memberikan varian produk yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan konsumen, sehingga mereka puas. Ini menyangkut brand image,” sebut dia.

 

Ban Slick yang merupakan ban gundul atau tanpa ulir kembangan itu memang dikhususkan untuk kegiatan balap dan bukan untuk mobil yang digunakan sehari-hari di jalanan biasa. Kendati gundul, namun Slick memiliki daya cengkeram terhadap aspal atau lintasan lebih besar.

“Sebab, semakin bergesekan dengan permukaan lintasan maka permukaan ban akan mengembang. Nah disitulah daya cengkeram itu bertambah kuat,” aku Zein.

Sebelumnya, Pieter Tanuri, Presiden Direktur MASA mengatakan Achilles R1 memiliki keunggulan mampu mendongkrak kecepatan mobil 2-3 detik lebih cepat ketimbang ban lain sejenis. Hal itu, kata Pieter, telah dibuktikan saat pengujian di Sirkuit Sentul, Jawa Barat dan Sepang di Malaysia.

"Kalau 2-3 detik bisa lebih cepat dalam satu putaran lintasan balap, bisa dihitung berapa waktu yang dihemat bila dalam satu balap itu ada 60 lap atau putaran,” tandas dia.

Seperti halnya Zein, Pieter menyebut, dinding-dinding ban dibuat dari bahan lapisan compound yang lebih kuat. Begitu pula dengan tapak ban, sehingga memiliki daya cengkeram yang lebih kuat.

Ihwal target penjualan, Pieter menyebut ban ini diharapkan terjual 1.500 unit saban tahunnya. Namun selain dipasarkan di dalam negeri juga di ekspor ke berbagai negara, diantara ke Australia dan Timur Tengah.

“Kenapa ke Australia dan Timur Tengah, karena selain karakter lintasannya hampir mirip dengan sirkuit di Indonesia , saat ini kegiatan balap baik yang profesional, amatir maupun yang hanya penyaluran hobi di negara-negara itu sangat tinggi frekuensinya,” jelas Zein Saleh.

Di pasar ekspor itu, kata Zein, PT MASA mematok target penjualan 6.000 – 7.500 unit per tahun.

Sedangkan ihwal harga Zein menyebut, pihaknya membanderol Achilles R1 Slick dibawah Rp 1 juta per unit. “Itu untuk ukuran 15-57/R15. Ke depan kami akan memproduksi ukuran R 17 dan R 13. Harga itu relatif murah dibanding produk sejenis lainnya. Apalagi, saat ini produsen ban lokal belum ada yang memproduksinya, jadi prospeknya cukup bagus,” tandas Zein.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi