Yamaha Bertekad Pertahankan Lorenzo
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Selasa, 17 Agustus 2010 16:24 WIB
Pembalap dari Tim Fiat Yamaha Jorge Lorenzo keluar dari garasi, untuk latihan kedua Lomba Malaysian MotoGP di Sirkuit Sepang, Kuala Lumpur (24/10). Lomba akan berlangsung Minggu besok. AP/Vincent Thian
Iklan
Iklan

TEMPO Interaktif, Brno: Tim Fiat Yamaha terus melakukan negoisasi untuk mempertahankan Jorge Lorenzo dalam tim untuk mengikuti balapan MotoGP musim 2011. Pabrikan motor asal Jepang ini juga berencana menarik pembalap muda dari tim Monster Yamaha Tech 3, Ben Spies, untuk mendampingi Lorenzo setelah Valentino Rossi hijrah ke Ducati tahun depan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Jelas kami akan mempertahankan Lorenzo yang sudah memberikan hasil bagus buat Yamaha tahun ini. Kami terus melakukan negosiasi, aku optimistis kami bisa mendapatkannya. Kami juga akan membawa Spies dari Tech 3 dan akan membuat pengumuman resmi begitu semuanya selesai," kata Direktur Pelaksana Yamaha Motor Racing Lin Jarvis.

Lorenzo memang menunjukkan performa yang makin baik dengan meraih kemenangan tujuh dari 10 balapan yang digelar musim ini. Di tiga seri saat ia tak menjadi juara, Lorenzo menyelesaikan balapan di posisi kedua yang membuat selisih poinnya cukup jauh dari para pesaingnya. Pembalap asal Spanyol itu mengumpulkan 235 poin atau unggul 77 angka dari Daniel Pedrosa, pembalap tim Honda.

Jarvis mengatakan kepergian Rossi ke Ducati menjadi pukulan berat bagi Yamaha yang sudah bekerja sama dengan pembalap Italia itu selama tujuh tahun setelah berhasil mendapatkannya dari tim pesaing terberat, Repsol Honda, pada 2004. "Itu menjadi saat yang menyedihkan. Meski kami sudah tahu tentang keputusan Rossi beberapa minggu sebelumnya, tapi tetap saja terasa menyakitkan ketika membuat pengumuman bahwa ia akan pindah," kata Jarvis.

Selama di Yamaha, Rossi sukses memberikan tiga gelar juara dunia MotoGP. Dengan total sembilan gelar juara dunia balap motor, enam diantaranya di ajang MotoGP, Rossi yang kini berusia 31 tahun itu masih menjadi pembalap yang disegani. Kualitasnya sebagai pembalap handal terlihat ketika ia sukses naik podium lagi di balapan Amerika Serikat, akhir Juli lalu. Padahal ia sempat absen membalap karena cedera patah kaki akibat kecelakaan di Sirkuit Mugello, Italia, awal Juni.

Rossi menyatakan kepergiannya dari Yamaha juga dipengaruhi oleh Kepala Tim Yamaha, Masao Furusawa, yang akan pensiun pada akhir musim ini. "Dia pensiun dan bagiku itu sangat penting. Selama tujuh tahun, Furusawa selalu menjadi orang nomor satu di tim Yamaha, tanpanya aku tak tahu apa yang akan terjadi dan aku merasa sedikit khawatir," kata Rossi yang akan bersama Ducati selama dua tahun.

Dengan bergabung ke Ducati, Rossi mengatakan akan mendapat "petualangan baru" lagi setelah menjalani 15 tahun karir di dunia balap motor. "Tugasku di Yamaha sudah selesai. Situasi sudah berubah banyak sejak 2004, sekarang M1 mungkin motor terbaik di MotoGP. Yamaha juga punya banyak pembalap bagus jadi sepertinya mereka tak membutuhkanku lagi," kata Rossi.

Rossi pun merasa penasaran dengan apa yang bakal didapatnya bersama Ducati. "Pembalap Italia yang mengendarai motor pabrikan Italia akan terlihat hebat untuk para fans di negaraku. Kami akan mendapat banyak dukungan," kata Rossi.

MOTOGP|AUTOSPORT|GABRIEL WAHYU TITIYOGA  

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi