Toyota 'Cuma' Bidik 36% Pasar di Tahun 2011  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Selasa, 11 Januari 2011 00:05 WIB
Johnny Darmawan Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (kanan) dan Joko Trisanyoto Direktur Marketing PT TAM di Jakarta, Senin (10/1) (Raju Febrian/TEMPO)

TEMPO Interaktif, Jakarta - Target konservatif dilontarkan PT Toyota Astra Motor (TAM) mengenai target tahun 2011. Pemegang merek Toyota di Indonesia itu hanya menetapkan target 36% pangsa pasar otomotif di tahun ini.

Tahun 2010 lalu, Toyota berpesta dengan mencatat angka penjualan tertinggi sepanjang 40 tahun kehadiran Toyota di Indonesia. Toyota menyebut angka penjualan wholesale mereka tahun lalu mencapai 280.680 unit atau menguasai 37% dari total penjualan nasional yang mencapai 764 ribu unit. Sedangkan penjualan ritel Toyota mencapai 280.711 untuk.

Lebih tingginya angka ritel dibandingkan wholesale disebabkan permintaan yang lebih tinggi dibandingkan kemampuan Toyota menyuplai produk. “Jika tidak penjualan Toyota bisa lebih,” kata Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor kepada wartawan di Jakarta (10/1).

Model yang mengalami keterbatasan pasokan antara lain Toyota Avanza dan Kijang Innova. Rasio ketersediaan model Toyota sepanjang tahun lalu adalah 0,2 bulan. “Seharusnya dalam kondisi normal 0,6 bulan,” kata Joko Trisanyoto, Direktur Marketing PT TAM.

Penyumbang terbesar penjualan Toyota masih pegang Low MPV Toyota Avanza. Tahun lalu Avanza mencatat penjualan 141.474 unit atau meningkat 39.8% dibandingkan tahun lalu. Sementara peningkatan volume penjualan terbesar di antara produk Toyota dicatat Toyota Yaris sebanyak 95%. Yaris berhasil mencatat penjualan 16.793 unit.

Penguasaan pasar sampai 71% dicatatkan Kijang Innova. MPV andalan Toyota ini berhasil membukukan penjualan sebanyak 53.549 unit. Rush terjual sebanyak 18.836 unit atau menguasai 51% pasar. Sedangkan di kelas sedan, Toyota Vios dan Toyota Camry, berhasil terjual sebanyak 11.824 unit dan 2.519 unit.

Di kelas komersial, peningkatan penjualan juga dialami Toyota Dyna yang meningkatkan volume penjualan sebesar 81%. Hal ini disebabkan kondisi ekonomi yang relatif tak ada gangguan. Dyna, sepanjang tahun lalu, mencatat penjualan sampai 14.169 unit. Sedangkan Toyota Hilux di kelas pikap, terjual sebanyak 8.561 unit.

Bagaimana dengan tahun 2011? Toyota berharap bisa menguasai 36 persen pangsa pasar mobil di Indonesia. Angka ini memang terbilang konservatif mengingat rekor yang dibuat Toyota di tahun 2010 lalu. “Naik syukur, turun nggak boleh,” tegas Johnny.

Jika dilihat dari market share angka ini memang tak banyak berubah. Tapi jika dibandingkan dengan proyeksi penjualan tahun 2011 yang berada di kisaran 780-800 ribu, maka Toyota bisa mencatat rekor penjualan baru di angka 290 ribu unit.

RAJU FEBRIAN 

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi