Toyota Ingin Secepatnya Relokasi Produksi ke Luar Jepang
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 17 Januari 2011 13:37 WIB
Bulan Januari 2010, PT Toyota Astra Motor (TAM) berhasil mencatat penjualan sebanyak 19.459 unit. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

TEMPO Interaktif, Tokyo - Bos Toyota Motor Corporation (Toyota), Akio Toyoda, kembali mengulangi pernyataan untuk memindahkan proses produksi ke luar Jepang. Pemindahan itu dilakukan menyusul terus menguatnya mata uang yen terhadap dolar serta tergerusnya keuntungan perusahaan.

“Kami tidak ingin merelokasi (tempat produksi) hanya karena faktor nilai tukar saja,” tutur Akio Toyoda dalam pesannya pada akhir pekan lalu seperti dilansir Business Times, Senin (17/1).

Hanya, lanjut Toyoda, bila keuntungan sudah tidak bisa dikerek meski telah melakukan sederet efisiensi, maka langkah memindah tempat produksi merupakan pilihan. “Kami tidak memiliki pilihan, tetapi relokasi dalah pilihan yang sangat mungkin,” kata dia.
Pada Desember 2010 lalu, Toyota telah mengumumkan rencana untuk mengurangi tingkat produksi di dalam negeri (Jepang). Sebaliknya, pabrikan ini terus menggenjot produksi di mancanegara pada 2011.
 
Langkah tersebut dilakukan menyusul terus menguatnya nilai yen terhadap mata uang asing khususnya dolar. Akibat penguatan itu, harga produk Toyota di luar negeri terus merangkak naik. “Sementara, saat keuntungan hasil penjualan di luar negeri dibawa ke Jepang dan dikonversi ke yen nilainya mengecil,” sebut Toyota.
 
Pada sisi lain, bila produk yang diproduksi di Jepang itu dipasarkan di dalam negeri itu potensinya juga kecil. Pasalnya, saat ini konsumen usia muda yang menggunakan sepeda motor menghindari membeli mobil karena pajak mobil terbilang besar.
Selama ini, Toyota mematok target produksi domestik 3 juta unit mobil saban tahun. Angka tersebut jauh lebih besar dibanding  produsen mobil lain asal negeri itu. Rencananya, Toyota akan mengumumkan rencana bisnis jangka menengah pada April mendatang.
ARIF ARIANTO
#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi