Inilah Tiga Ciri Mobil yang Menguntungkan
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 4 Februari 2011 10:26 WIB
Ratusan kendaraan terjebak dalam kemacetan setelah keluar pintu gerbang tol Cililitan menuju tol dalam kota Jakarta, (17/1). ANTARA/Widodo S. Jusuf

TEMPO Interaktif, Jakarta - Setiap orang tentu berharap mobil yang mereka beli sesuai atau sebanding dengan harga yang mereka bayar. Bahasa kerennya, mobil tersebut benar-benar mencerminkan value for money.

Namun, tak jarang pula orang kerap tak menyadari bahwa apa yang mereka dapatkan ternyata tidak sesuai dengan harapan. Walhasil, ketika kendaraan yang mereka beli telah mereka gunakan, saat itu pula biaya perawatan ekstra harus mereka keluarkan.

"Tak hanya itu. Terkadang mereka juga mendapati ternyata bagian-bagian tertentu telah rusak sebelum usia pakai telah tiba. Celakanya, ketika mobil dijual harganya telah melorot jauh," papar Andi Saiful, seorang analis kredit sebuah lembaga pembiayaan sat dihubungi di Jakarta, Jumat (4/2).

Menurut dia, kondisi itulah yang disebut mobil tidak memiliki value for money yang tinggi atau sesuai harapan. "Sering kali orang terkecoh dengan harga murah. Bisa saja harga mobil murah, tetapi sebenarnya mahal karena apa yang Anda peroleh ternyata tidak sebanding," kata Andi.

Lantas apa saja yang harus diperhatikan oleh calon pembeli mobil? Berikut tips dari Andi:1. Fungsi dan fitur lengkap

Sebelum menentukan pilihan sebaiknya Anda menetapkan jenis mobil yang akan Anda beli. Misalnya mobil jenis mobil keluarga (MPV). Kemudian bandingkan fitur dan fungsi yang ada di mobil tersebut dengan beberapa MPV merek lain.

"Tetapi satu hal yang perlu diingat, perbandingan harus apple to apple, artinya mobil yang dibandingkan juga harus sejenis dan sekelas. Misalnya, MPV  kategori kecil dengan MPV kecil, menengah dengan menengah dan sebagainya," ujar Andi.

Jangan membandingkan MPV kategori bawah dengan MPV menengah atau mewah. Pasalnya, hal itu jelas berbeda. Mobil yang dibandingkan adalah mobil yang akan Anda pilih sesuai dengan isi kantong.

Beberapa hal yang perlu dicermati adalah, kapasitas tempat duduk, ruang bagasi, fitur keamanan dan kenyamanan seperti peranti pendingin udara, hiburan, serta keleluasaan jarak antar bangku.

Selain itu, cermati desain dari masing-masing fitur apakah cukup mudah dan nyaman untuk menggunakannya. Tak ketinggalan, mobil harus irit bahan bakar.

2. Kualitas bahan

Langkah selanjutnya setelah membandingkan kelengkapan fitur, fungsi, serta kenyamanan mobil dengan mobil lain adalah, membandingkan kualitas bahan. Caranya cukup sederhana, amati secara rinci masing-masing bagian.

Biasanya bahan yang kurang bagus secara kasat mata akan terlihat. Namun bila masih belum yakin cobalah untuk memegang atau menyentuhnya.

Tetapi bila Anda masih penasaran, jangan memutuskan saat itu juga. "Sebaiknya Anda minta brosur dan mencoba mencari informasi tentang bahan tersebut berikut kualitasnya," saran Andi.

Perbandingan bahan dan kualitas ini penting agar Anda tidak dirongrong mobil agar mengeluarkan biaya untuk mengganti bagian yang rusak. Sebab, bila itu terjadi, maka harga yang Anda bayar tidak sebanding dengan kualitas atau manfaat yang Anda terima.

3. Harga jual kembali

Indikator lain yang juga penting untuk dicermati adalah, nilai jual kembali. Memang, harga jual mobil terus mengalami penurunan atau depresiasi seiring dengan usia, kemunduran fungsi fitur, serta model atau desain.

Namun, penurunan nilai atau harga itu bervariasi tergantung jenis dan kualitas mobil. "Satu hal yang patut diingat semakin bagus kualitas mobil maka penurunan juga semakin kecil saban tahunnya," terang Andi.

Bila Anda masih awam dan sulit untuk memperkirakan harga jual kembali mobil tersebut, ada cara yang paling mudah untuk menghitung nilai jual tersebut. Anda cukup melihat jumlah atau populasi mobil itu.

Kalau masih kesulitan, cara paling gampang amati di jalan. Apakah mobil yang Anda incar itu cukup banyak berseliweran di jalan? "Pada umumnya mobil yang paling banyak di jalan, itulah yang memiliki harga jual kembali tinggi," kata Andi.

Setelah membandingkan fitur yang ada, langkah selanjutnya adalah bandingkan harganya. Bila memiliki fitur dan fungsi yang tidak berbeda, pilihlah mobil dengan harga yang lebih rendah.

Namun, orang sering terbelenggu dengan merek. Meski mobil, fitur, maupun fungsi sama tetapi orang cenderung memilih merek tertentu yang telah dikenal meski harganya jauh lebih mahal. Padahal, sejatinya merek adalah citra yang sengaja dibentuk oleh perusahaan dan diperkuat oleh persepsi konsumen.

Namun, Anda juga jangan berpatokan yang penting harga murah. Karena harga murah belum tentu menguntungkan kala mobil telah menjadi milik Anda karena selain cepat rusak, fitur tak mendukung, kerap ke bengkel, dan harga jual kembalinya juga jeblok. Oleh karena itu berpeganglah pada tiga ciri di atas. ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi