Hyundai Bikin Pemantau Tekanan Angin Ban Model Anyar
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 21 Februari 2011 20:25 WIB
foto: auto-facts.org
TEMPO Interaktif, Seoul - Jangan pernah meremehkan tekanan angin ban. Meski sepintas terlihat sepele, namun aspek itu sangat penting bagi keselamatan berkendara dan menghemat bahan bakar.

Lebih dari 80 persen kecelakaan karena ban pecah dikarenakan tekanan angin ban yang kurang dari standar. Tak cuma itu, tekanan angin yang kurang dari takaran seharusnya menyumbang 60 persen terhadap borosnya konsumsi bahan bakar.

Lantaran itulah, kini banyak produsen mobil yang melengkapi produknya dengan peranti pengukur tekanan angin ban atau Tire Pressure Monitoring System (TPMS). Tak terkecuali Hyundai Motor Corporation, Korea Selatan.

Seperti dilansir autoevolution.com, Senin (21/2), Mobis – sebuah perusahaan suku cadang milik Hyundai – telah mengembangkan TPMS generasi anyar. “Kami berhasil mengembangkan TPMS teknologi TPMS lokal , di mana selama ini dikuasai oleh produsen asing,” sebut seorang sumber di Hyundai seperti dikutip Business Ghana.

Keunggulan yang ditawarkan peranti besutan Mobil Hyundai itu adalah, bobotnya yang lebih ringan 10 persen ketimbang produk serupa buatan pabrikan lain. Baterai sumber listriknya juga berukuran kecil, walhasil konsumsi listrik yang digunakan juga lebih rendah 30 persen. Akurasinya lebih tinggi.

TPMS berfungsi untuk memantau tekanan angin ban dan sekaligus menginformasikannya ke pengemudi. Sehingga, pengemudi bisa menepikan mobilnya ke sisi jalan yang aman untuk menambah tekanan angin ban.

Langkah terobosan Hyundai itu dinilai tepat oleh berbagai kalangan. Pasalnya, pada 2013 nanti semua kendaraan yang berbobot kurang dari 3,5 ton (di Eropa dan Amerika) harus dilengkapi peranti pemantau tekanan angin.

Hanya, hingga kini Hyundai belum memberikan informasi kapan peranti itu dipasarkan.

ARIF ARIANTO

#Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi